Kasus DBD di Babel Masuk Tahap Waspada, Kabupaten Bangka Tertinggi

PANGKALPINANG, www.kabarbabel.com – Saat ini sedang marak kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai wilayah Indonesia. Tercatat, ada 5 wilayah yang dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus DBD yaitu, Kabupaten Kapuas, Kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo, dan Provinsi Sulawesi Utara.

Kasi P2PM Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel, Eva Lusi didampingi Staf Analis Penyakit Menular Dinas Kesehatan Babel, Syaifullah mengatakan, untuk wilayah Provinsi Babel, status kasus DBD masih dalam tahap waspada. Walaupun kasus DBD pada tahun 2019 di Babel meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Di Babel sendiri, kasus DBD untuk tahun 2019 kita memang meningkat tetapi belum KLB, dan masih ditahap waspada. Sedangkan, jumlah kasus DBD di Babel saat ini berjumlah 121 kasus pada tahun 2019. Yang tertinggi ada di Kabupaten Bangka yaitu 45 kasus,” ucap Syaifullah kepada kabarbabel.com di Kantor Dinkes Babel, Rabu (6/2/2019).

Melalui data yang berhasil dihimpun kabarbabel.com, wilayah Pangkalpinang ada 33 kasus DBD, Kabupaten Bangka Barat 16 kasus, Bangka Tengah 13 kasus, Belitung 9 kasus, Belitung Timur 4 kasus, sedangkan Bangka Selatah terdapat 2 kasus DBD.

“Yang meninggal dunia ada satu orang, berasal dari Kabupaten Belitung Timur. Padahal di sana kasus DBD sangat sedikit yaitu ada 4 kasus, tetapi karena pasiennya telat datang ke rumah sakit, dan telat dilakukan penanganan medis, akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ucap Syaifullah.

Untuk upaya yang dilakukan oleh Pihak Dinkes Babel, ia menyebutkan, sudah membuat edaran waspada DBD sejak bulan September 2018 kemarin. Oleh karena itu, sampai saat ini Babel belum memasuki tahap KLB.

“Kita pada tahun kemarin sudah mulai berupaya untuk mengantisipasi DBD. Kita sudah melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta foging (pengasapan) sesuai indikasus,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya sedang melaksanakan program Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) bagi seluruh daerah yang rawan penyakit DBD. Hal tersebut akan dikaitkan oleh peran dari para Camat, Lurah, Kades, RT, maupun masyarakat.

“Nah ini yang harus kita utamakan adalah PSN, seperti membuang jentik – jentik nyamuk yang ada di seluruh penampungan air yang terdapat di dalam rumah, baik itu air bersih maupun kotor. Itu yang harus dikawal para Camat, Lurah, Kades, maupun RT. Jika itu sudah dilakukan, Insya Allah Babel aman,” pungkasnya. (m4).

About kabarbabel 2245 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.