GUM Bangka Soroti Pembangunan Patung Bunda Maria dan Miras 

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Urang Melayu (GUM) Bangka di depan Kantor DPRD Kabupaten Bangka, Senin (18/12/2018) karena beberapa alasan. Salah satunya, karena keresahan dari GUM terkait pembangunan patung Bunda Maria.

Kedatangan tersebut disambut baik oleh pihak DPRD Bangka. Bahkan, beberapa perwakilan GUM Bangka diminta memasuki gedung DPRD Bangka untuk membahas persoalan yang pihak GUM.

Salah satu perwakilan GUM, Ustadz Farhan mengatakan, kedatangan GUM karena penempatan Patung Bunda Maria yang akan menjadi salah satu tempat wisata religius di kawasan hutan lindung ini membuat umat melayu terkesan dirugikan.

“Yang kami tahu, seharusnya pendirian Patung Bunda Maria tersebut tidak boleh di kawasan hutan lindung dan tempat umum. Apalagi itu terletak di pinggir pantai,” ujar Farhan.

Ia juga memaparkan, terkait masalah perizinan patung tersebut belum kuat untuk berdiri. Menurutnya, membuat sebuah patung peribadatan itu harus dengan syarat, memiliki dukungan 90 orang dari agama tersebut, serta harus mempunyai persetujuan 60 orang dari agama lain.

“Kita miris melihat berdirinya tempat ibadah non muslim di daerah hutan lindung, kecuali di tempat mereka sendiri. Kami takutkan nantinya kaum melayu ini tersingkirkan dari kalangan masyarakat Bangka karena ketidakadilan bagi kami. Jadi, kami minta ketegasan kepada pihak DPRD agar ditutup segera,” ucapnya.

Selain itu, GUM protes dengan masalah miras. Salah satu contoh dari sebuah Kafe di tengah Kota Sungailiat yang mengiklankan miras dengan terang-terangan.

“Kami mohon DPRD menjalankan perannya untuk menampung aspirasi kami dengan tindakan, karena kami rasa kurang perhatian terhadap peredaran miras ini. Apa tidak akan bahaya kaum muda melihatnya, terutama kaum muslim,” tukas Farhan.

Menanggapi aspirasi GUM Bangka, Wakil Ketua DPRD Bangka, Rendra Basri menyatakan, pihaknya kedepan akan segera berkoodinasi dengan pihak terkait, maupun juga pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel. Karena sampai saat ini belum ada koordinasi dari pihak Pemprov terkait pendirian Patung Bunda Maria.

”Soal ini di kawasan hutan lindung, kami Kabupaten Bangka sebenarnya tidak ada wewenang dalam memberi izin untuk pembangunan patung itu. Semua itu provinsi yang memberi izin,” jawab Rendra.

Dikatakannya, Ia juga baru mendapat informasi dari Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka. Tetapi, dalam hal ini Rendra menerima aspirasi dari para GUM Bangka. Ia akan menyampaikan kepada Bupati Bangka, serta akan mengundang seluruh tokoh agama serta masyarakat terkait.

“Permasalahan ini nanti kita diskusi serta mengundang semua pihak maupun masyarakat yang terkait untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut, karena kami ingin kita semua dikumpulkan dalam satu ruangan agar bisa menyelesaikannya dengan baik,” tegasnya.

Terkait peredaran miras akan dilakukan pembahasan dengan Bupati kedepannya agar tidak membuat resah masyarakat Kabupaten Bangka lagi. (m4).

About kabarbabel 2195 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.