Dialog Kebangsaan KNPI Bangka Ajak Pemuda Pahami Deradikalisasi

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Dialog kebangsaan dalam rangka peringatan hari kesaktian Pancasila dilakukan DPD KNPI Kabupaten Bangka, Jumat (1/6/2018). Acara yang sekaligus buka puasa bersama, pemberian santunan anak yatim piatu serta peresmian percetakan Koperasi KNPI Bangka ini sebagai wujud “Pencerdasan Pemahaman Deradikalisasi Pemuda Bangka”.

Ketua panitia pelaksana Adi Saputra pada dasarnya Indonesia mengalami masa krisis terkait isu Sara dan lainnya, KNPI Bangka melakukan kegiatan dialog kebangsaan untuk ruang komunikasi agar tidak saling mencurigai, saling mensupport, bertukar pikiran untuk menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang damai dengan keberagamannya.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah mengutarakan, kegiatan sebagai wadah bersilaturahim ini rutin melaksanakan kegiatan serupa dialog kebangsaan. Pengurus KNPI Bangka mengundang perwakilan BEM kampus serta tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di Kabupaten Bangka.

“Kita harus menunjukkan semangat walaupun di bulan ramadan terhadap bangsa ini. Sehingga tidak ada alasan kegiatan ini kita laksanakan dalam kondisi bulan puasa,” kata Syarli.

Ia juga menghimbau, Pilkada Bangka yang tinggal menghitung hari karena Kabupaten Bangka melaksanakan pesta demokrasi pada 27 Juni.

“Saya menghimbau pemuda kabupaten Bangka datang ke TPS untuk menentukan hak pilihnya karena suara kita menentukan nasib Kabupaten Bangka,” ajak Syarli.

Kapolres Bangka diwakili Kasat Sabhara AKP David Charli menjelaskan pencegahan terpenting dalam deradikalisasi disamping penindakan. Perlu ada pelajaran sejak dini, termasuk pelajaran agama bahwa Islam bukan teroris, dan bisa memahami tentang radikalisme.

“KNPI salah satu wadah pemuda sangat berperan untuk menjaga Pancasila dan NKRI sebagai harga mati,” kata David Charli.

Narasumber lainnya, Ustadz Izzudin Zein berharap terorisme tidak masuk di Babel yang selama ini telah damai. Pemuda terutama KNPI bisa menjadi pelopor untuk menjaga wilayah bangsa dan Bangka dengan kerjasama bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kita harus bisa menangkal mana “madu” mana “racun”. Maka untuk menangkal itu kita harus cerdas, tidak hanya punya pinter tetapi juga harus punya ilmu dan pengalaman. Rata-rata yang mudah kena aliran radikal itu anak mudah, umur-umur anak SMA sampai mahasiswa,” kata Ustadz Izzudin Zein.

Untuk itu ia harap perlu pengetahuan agama secara utuh, tidak hanya sepotong-sepotong. Anak muda memiliki tanggung jawab untuk mengajak anak muda lain dalam memahami ajaran agama dengan utuh.

“Karena gara-gara informasi jihad yang tidak benar banyak dimanfaatkan untuk hal tidak benar. Semua agama tidak ada mengajak tidak benar. Semua agama mengajarkan hal baik,” sebutnya.

Sementara itu, Romo Marcel Gabrial mewakili tokoh agama Katolik menuturkan, radikalisasi sebagai upaya menanamkan ideologi pandangan hidup yang terdapat muatan positif dan negatif. Radikalisasi negatif bisa membuat pengaruh sampai melakukan perbuatan negatif.

“Sedangkan deradikalisasi lawan dari radikaliasi. Radikalisasi masih netral, tapi kalau ditanam hal negatif atau jahat akan menjadi buruk tetapi ketika ditanam baik maka akan jadi positif,” ujarnya.

Terkait kondisi bangsa saat ini, deradikalisasi perlu dilakukan untuk mengatasi hal-hal yang mengancam pancasila dan keutuhan NKRI. Perlu upaya lainnya juga untuk mencegah itu, misalkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan ekonomi.

“Mulai terkoyaknya toleransi antar umat beragama, terjadi diintegrasi sosial menguatnya politik identitas berbasis golongan. Hal ini pun karena pesatnya perkembangan teknologi yang dapat menyebarkan berita bohong,” ujarnya.(rilis KNPI Bangka)..

About kabarbabel 2056 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.