Menuju Kemandirian, KNPI Bangka Dirikan Koperasi

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Ketua DPD KNPI Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah meminta pengurus KNPI yang tergabung dalam koperasi menghilangkan ego dengan mengedepankan keputusan dan kepentingan bersama. Koperasi diharap sebagai wadah menempah kemandirian.

KNPI Kabupaten Bangka sebelumnya sempat memiliki koperasi di masa KNPI Kabupaten Bangka sebelumnya. Tetapi karena perbedaan sudut pandang sehingga mencoba koperasi baru yang murni dari kepengurusan KNPI Bangka sekarang.

“Kami mencoba untuk mengusulkan kembali murni dari kami KNPI masa Bakti 2016-2019. Kami perlu petunjuk semoga koperasi ini berjalan maksimal dan menjadi contoh koperasi lainnya. Besar harapan saya kita berbuat hari ini untuk seterusnya bukan berkuasa seterusnya, hilangkan ego diri kita untuk kemandirian KNPI Bangka. Biarkan yang kita bentuk ini menjadi sejarah dan kenangan yang baik bagi penerus kita,” sebut Syarli, Jumat (6/4/2018) di Hotel Manunggal Sungailiat.

Sementara itu, Ketua Koperasi KNPI Bangka terpilih, Adi Putra mengatakan, rencana pembentukan koperasi telah dilakukan pembahasan sebelumnya. Niatan membuat koperasi sebagai bagian dari program yang ada di KNPI Kabupaten Bangka.

“Koperasi yang akan kita bentuk kita namakan Koperasi Pemuda Jaya Mandiri. Dalam waktu dekat kita akan menyelesaikan persyaratan lainnya seperti akta notaris, simpanan anggota dan sebagainya. Harapan kita tidak hanya mendirikan kemudian almarhum, tetapi mendirikan dan maju,” harap Adi Putra.

Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Bangka melalui Kabid Koperasi, Muhammad Syah menyambut baik rencana DPD KNPI Kabupaten Bangka untuk membentuk koperasi. Ia menyatakan, koperasi sebagai badan usaha memiliki hak dan kewajiban yang bersifat terbuka, tidak menghalangi orang-orang yang bergabung ke koperasi.

“Siapapun yang sesuai dengan kriteria dalam akta boleh bergabung. Sikap keanggotaan sukarela dan terbuka,” kata M. Syah dalam rapat pembentukan koperasi DPD KNPI Kabupaten Bangka.

Ia mengingatkan, pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis yang dilakukan secara musyawarah mufakat sehingga perlu adanya rapat anggota. Sehingga setelah dimufakati bersama, baru koperasi bisa dijalankan.

“Koperasi sebagai badan usaha suatu saat akan melakukan usaha. Namanya usaha ada untung dan ada rugi. Yang namanya untung kalau ada harus dibagi, namanya sisa hasil usaha. Keuntungan dibagi secara adil dengan memperhatikan siapa yang paling aktif menjadi anggota koperasi seperti dalam peminjaman dan pembelanjaan di koperasi. Prinsip lainnya koperasi adalah kemandirian yang tidak berharap mendapat bantuan uluran tangan,” sebutnya.

“Banyak koperasi setelah lahir gak tau dimana kuburnya karena berdiri namun mengharapkan bantuan. Koperasi itu komitmen bersama, ada usaha dijalankan dan dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan setelah jalan usaha satu, bisa buka usaha lainnya,” lanjutnya. (kbc).

About kabarbabel 2065 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.