Gantong Tolak KIP

Kabarbabel.com– Masyarakat beberapa desa di Kecamatan Gantong sepakat menolak keras keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) yang kini beraktivitas di perairan Gantong. Kesepakatan penolakan untuk kesekian kalinya atas tambang laut di Belitung ini tertuang usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (19/12/2017) di kantor Desa Gantong.

Penolakan datang dari Desa Gantong, Desa Selingsing, Desa Lenggang , pulau Sekunyit, hingga Gusong Cine diwakili 124 orang yang menyampaikan aspirasi dan sikap terhadap keberadaan KIP Kamilah milik PT Kampit Tin Utama di wilayah IUP perairan Kelapa Kampit dan sekarang berada di perairan Gantong. KIP Kamila diketahui sedang berada diantara Pulau Sekandung dan Melidang.

Mereka pula mempertanyakan perihal keberadaan KIP di perairan Gantong, mengingat tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan jelas terkait masalah keberadaan KIP.

Oleng, sebagai perwakilan nelayan menyampaikan keresahan akan ancaman yang terjadi terkait keberadaan KIP di Perairan Gantong.

“Ditambah lagi rekan sesama nelayan mengutarakan, air laut sudah mulai keruh mengalir ke arah selatan di sekitaran Gusong Cine. Ada laporan pukat nelayan sudah terpapar lumpur,” ungkap Oleng.

“Tentunya dalam menyikapi laporan dari pihak nelayan tadi sempat dilaksanakan peninjauan terlebih dahulu untuk memastikan indikasi penyebab kejadian,” tambah warga lainnya, Siswadi Usman selaku Kades Gantong.

Sementara itu perwakilan HPPI, Heru meminta kepada kades dan BPD untuk bertindak cepat mengeluarkan KIP keluar perairan Gantong. Ia juga menyampaikan lebih baik mengembangkan potensi besar akan investasi pariwisata kelautan karena apabila digarap dengan serius secara bersama akan mendapat banyak manfaat.

“Kekayaan SDA di sekitaran laut Gantong dapat dijadikan sumber pembangunan ekonomi secara berkelanjutan tanpa merusak untuk kepentingan hajat hidup hingga sampai ke anak cucu kedepan,” kata Heru.

Ketua BPD Desa Gantong Arief Kusmayadi berjanji mengusahakan bersama dengan pemerintahan Desa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat hingga sampai ke pemangku kebijakan. Pertemuan RDP ditandai dengan penandatangan pernyataan penolakan oleh perwakilan warga diatas kertas bermaterai. (fin).

Adapun tuntutan yang disampaikan hasil RDP di Desa Gantong antara lain‎ :

1. MENOLAK KEBERADAAN KIP “KAMILA” DI WILAYAH PERAIRAN LAUT BELITUNG TIMUR.

2. MENOLAK SEGALA BENTUK AKTIVITAS PENAMBANGAN LAUT DI WILAYAH PERAIRAN GANTONG DAN SEKITARNYA, BAIK OLEH PT. TIMAH DAN PERUSAHAAN TAMBANG LAINNYA.

3. MENOLAK RENCANA ZONASI TAMBANG LAUT DI WILAYAH PERAIRAN GANTONG DAN SEKITARNYA.

4. DALAM WAKTU 7 HARI KERJA MASYARAKAT BELITUNG TIMUR MENGIGINKAN KAPAL TERSEBUT SUDAH BERPINDAH KEPELABUHAN RESMI (PELABUHAN MANGGAR).

5. BERKENAAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT DIATAS, MAKA DENGAN INI KAMI MEMOHON KEPADA YANG TERHOMAT PERMERINTAH PROVINSI BANGKA BELITUNG, PEMERINTAH BELITUNG TIMUR, DPRD BELITUNG TIMUR, PANSUS KIP, SYAHBANDAR, PERUSAHAAN TAMBANG, PEMILIK KIP KAMILA, DAN PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN LAINNYA, SUPAYA SEGERA MEMINDAHKAN KIP “KAMILA” KELUAR DARI WILAYAH PERAIRAN LAUT BELITUNG TIMUR DAN MENGHENTIKAN SEGALA UPAYA YANG MENDUKUNG AKTIVITAS PENAMBANGAN LAUT.

DEMIKIAN SURAT INI KAMI BUAT UNTUK DIPERHATIKAN, DITINDAKLANJUTI DAN DIMAKLUMI BERSAMA.

About kabarbabel 2360 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.