CV.KJF Setuju Pindahkan Ternaknya

Kabarbabel.com– Akhirnya, pemilik peternakan babi CV Kenanga Jaya Farm, Edwin yang hadir ditengah tengah masyarakat menuruti keinginan warga setelah Sekda Bangka meminta dengan tegas agar babi tersebut dikeluarkan dari peternakan yang ada di lingkungan setempat.

“Karena ini sudah gaduh, saya minta tutup dan pindahkan semuanya,”kata Sekda Bangka, Feri Insani didampini Wakapolsek Sungailiat, Iptu Joko ke‎pada pemilik peternakan tersebut dihadapan puluhan warga, Sabtu (2/12/2017).

Kepada Satpol PP Bangka, Sekda meminta untuk memonitoring proses pemindahan ternak babi tersebut dari lingkungan setempat.

“Pol PP saya minta pantau dan hari ini juga harus dipindahkan,”katanya.

Oleh pemilik peternakan babi, Edwin dihadapan Sekda Bangka dan masyarakat sekitar berjanji akan mengeluarkan babi tersebut setelah proses perizinan untuk mengeluarkan babi itu dikeluarkan dinas terkait.

“Kita setuju pak ini dikeluarkan tapi kita lagi nunggu suratnya karena ini (babi) akan dibawa ke Jakarta,”katanya.

Mendengar alasan tersebut, Sekda menegaskan, hewan ternak babi harus dikeluarkan saat ini juga mengingat kondusi lingkungan setempat mulai tidak kondusif.

“Baik,kalau tidak mau keluar situ, anda keluarkan dari lingkungan ini dulu ketempat mana saja yang tidak menimbulkan masyarakat gaduh,”katanya.

Kepada masyarakat Sekda meminta untuk tetap kondusif mengingat keputusan yang ia ambil merupakan keputusan final untuk peternakan tersebut.

“Saya minta masyarakat tetap kondusif karena hari ini kita putuskan babinya dipindahkan dari lingkungan ini. Untuk itu, kita minta masyarakat untuk tidak anarkislah,”katanya.

Untuk permasalahan limbah yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar, Sekda meminta kepada pemilik peternakan tersebut untuk membersihkan limbah tersebut sehingga bau yang timbulkan tidak mencemari lingkungan setempat.

Ditambahkan Sekda, Pemerintah Daerah ini pada umumnya tidak pernah melarang siapapun melakukan usaha di daerah ini dengan catatan tidak menimbulkan gejolak ditengah tengah masyarakat.

“Tapi kalau masyarakat sekitar terus bertanya ngomong segala macem,itu berarti masalah karena masyarakat sudah gaduh,”katanya.

Sementara itu, Wakapolsek Sungailiat, Iptu Joko mengimbau masyarakat Parit 7 dan Lubuk Kelik untuk menghormati keputusan yang telah disepakati dengan menjaga keamanan lingkungan agar tetap kondusif.

“Jadi ini pernyataan sudah jelas, komitmenya pemerintah dengan pemilik, masyarakat juga harus menghormati karena untuk evakuasi ini tidak bisa dilakukan sekaligus, mohon untuk dimengerti,”katanya.

Selain itu,terkait permasalahan limbah, Wakapolsek meminta pemilik untuk membersihkan limbah tersebut sehingga mengurangi bau dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

Senada dikatakan oleh Ketua DPRD Bangka, Parulian Napitupulu didampingi anggota Komisi C DPRD Bangka, Firdaus Djohan yang menegaskan bahwa keputusan yang diambil merupakan keputusan final dengan garis bawah pemilik peternakan diwajibkan mengosongkan hewan ternak dan mengatasi masalah limbah yang ditimbulkan.

Atas keputusan tersebut, pemilik peternakan babi, Edwin dihadapan warga bersedia memindahkan semua hewan ternak dari lingkungan setempat ke tempat lain dan akan membersihkan limbah dari peternakan babi itu.

Sementara itu, Lurah setempat, Yudhi meminta kepada kepala lingkungan setempat untuk memantau proses pemindahan babi dan penyedotan limbah yang dikeluhkan warga ini (rfg/dei).

About kabarbabel 2245 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.