Nelayan Tradisional Resah,Compreng Merajalela

Kabarbabel.com– Keberadaan kapal compreng dengan perlengkapan yang modern dan berasal dari luar Babel sangat dikhawatirkan nelayan tradisional.
Keresahan ini sering kali dikeluhkan nelayan tradisional dengan alat tangkapan seadanya. Imbasnya bukan saja pada saat melaut melainkan beberapa bulan setelahnya.
Diakui Ambo yang ditemui Kabarbabel.com di pelabuhan perikanan Kamis sore tadi (23/11/2017), jika nelayan yang menggunakan kapal compreng ini berasal dari luar Babel, yakni dari Jakarta dan Tangerang.Bahkan ada yang dari Tanjung pinang menggunakan jaring milenium.
Wajar saja Ambo resah, tangkapan mereka turun drastis karena kalah jauh dari perlengkapan.
Yang memperparah keadaan, nelayan luar ini menjual hasil tangkapannya di pelabuhan perikanan Sungailiat, membuat harga hasil tangkapan terpukul lantaran melimpahnya hasil tangkapan. Harga ikan ambruk seketika di bulan ini lantaran dihantam hasil laut yang dijual ke pengepul Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat. “Mereka menangkap ikan disini dan menjual disini sampai sampai harga ikan ambruk dan kejadian itu terjadi pada bulan bulan inilah,”keluh Ambok.
Ketua HNSI Bangka, Ridwan yang dicurhati soal compreng yang meresahkan keluarga besarnya ini hanya bisa mengurut dada.
Permasalahan ini sudah pernah terjadi sebulan yang lalu dan sudah ditindaklanjuti.
” 1 bulan terakhir compreng tidak ada lagi, tetapi imbasnya itu tetap ada,”aku Ridwan.
Menurutnya, keberadaan compreng ini memang sangat mengganggu perekonomian nelayan tradisional.Terlebih lagi nelayan yang menggunakan jaring milenium sehingga dia tidak akan tinggal diam dan segera berembuk dengan Pol air tentang keluhan keluarganya. (rfg/dei)
About kabarbabel 2187 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.