Karena ‘Bebulak’ Peternakan Babi di Kenanga Kena Segel

Kabarbabel.com– Gara – gara berbohong dengan kamus bahasa Bangka ‘bebulak’, akhirnya peternakan babi yang dikuasai CV Kenanga Jaya Farm (KJF) disegel Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka dengan Sat Pol PP sebagai perpanjangan tangannya menyegel peternakan tersebut.

Tepatnya, Sabtu kemarin (11/11/2017) disaksikan aparatur kelurahan Kenanga dan masyarakat setempat.

Peternakan babi ini memang sudah diberikan ‘dead line’ alias batas waktu untuk mengeluarkan ternaknya tanggal 8 November kemarin.

Kebohongan pihak peternak babi ini terbongkar kala surat yang dilayangkan yang menyatakan bila babi yang ada di peternakan sudah dikeluarkan 300 ekor.

Ternyata, saat didatangi kembali Sat Pol PP Bangka Jumat lalu, tidak ada babi yang dipindahkan dari areal peternakan. Bahkan, jumlah babi bertambah banyak.

Kabid Penegak Perundang Undangan Daerah Satpol PP Bangka, Achmad Suherman, Minggu (12/11/2017) menguraikan, sebelumnya di peternakan babi itu ada 500 ekor babi dan saat dicek kembali populasinya bertambah menjadi 746 ekor.

Dijelaskan Suherman, sebelum dilakukan penyegelan, pihaknya terlebih dahulu telah meminta kepada owner atau pemilik peternakan tersebut untuk mengeluarkan babi tersebut dari peternakan yang ada dilingkungan setempat.

Selain bebulak, pengelola peternakan ini pun dinilai dak nenger alias bandel.

“Mereka ini membandel karena tidak ada upaya untuk mengurangi jumlah hewan ternaknya dan kita disini merasa dibohongi,”katanya.

Akibat ulah ‘dak nenger’ dan ‘bebulak’ ini Pemkab Bangka menyegel peternakan babi milik CV Kenanga Jaya Farm.

Jika setelah disegel, masih ditemui babi di peternakan tersebut.Maka, babi akan dimusnahkan secara paksa.

“Kita pun mengambil tindakan dengan menutup sementara dengan melakukan penyegelan guna mencegah aksi anarkis warga yang tidak setuju dengan peternakan tersebut,”demikian Herman. (rfg/dei)

About kabarbabel 2056 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.