Teknik Rendam Sahang Salah,Kualitas Jadi Rendah

Kabarbabel.com–Teknik pengolahan sahang (lada,red) ternyata sangat berpengaruh pada kualitas sahang yang dihasilkan.

Selama ini,teknik pengolahan yang dipakai petani sahang sudah tidak relevan lagi yang mengakibatkan rendahnya harga sahang ketika dilempar ke pasaran.

Diakui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman, kemarin (2/11/2017) jika cara perendaman sahang di Bangka saat ini masih menggunakan air menggenang hingga berlumut yang menyebabkan air rendaman berbau busuk yang lengket ke sahang yang direndam. “Kita akan menjualnya keluar negeri langsung, sehingga mempunyai harga yang maksimal. Kita harus memperbaiki lada, baik dari kualitas dan kuantitas juga, cara perendaman juga mesti diubah, jangan sampai kita merendam di tempat air genangan, yang seperti sekarang sudah sampai berlumut, dan hal ini bisa mengurangi citra lada kita,” ungkap Kemas di Kota Kapur kemarin.

“Di Turki sana, lada kita ini dinamai Muntok White Pepper Premium, harganya Rp 400 ribu per kilogram,” terangnya.

Untuk itu untuk mendapatkan harga yang tinggi dan mengikuti sistem di kelas dunia, petani lada Bangka harus bisa memperbaiki kualitas lada sehingga baik dan diakui dunia.

“Nanti kita siapkan Lembaga Penjamin Mutunya, nanti berdasarkan spek, penjamin mutu bagaimana memproduksi lada dengan kualitas yang baik, dan insyaallah kita akan tingkatkan kualitas lada, kita ingin bukan dunia yang menentukan pasar, tapi kita yang menentukan harga ladanya,” katanya.

Nah,bagi petani yang ingin memiliki kualitas sahang tinggi jangan sungkan untuk mendatangi Dinas Pertanian Kabupaten Bangka.
“Silahkan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, jika ada hal yang mau ditanyakan dan ada masalah,”tutupnya.(PemkabBangka/dei)

About kabarbabel 2262 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.