Warga Jalan Laut Ngadu ke Dewan Perihal TI

Kabarbabel.com– Belum reda permasalahan TI di Buper.Gedung wakil rakyat Kabupaten Bangka didatangi sejumlah warga jalan laut yang mengadukan nasib lingkungannya habis dibabat TI yang berimbas meluapnya air ke pemukiman warga.

Senada dengan TI di Buper, di jalan Laut pun menghembuskan aroma nakal dan ingin dijewer kembali.

aktifitas penambangan tak berizin ini sudah ditertibkan tim gabungan lantaran membantai Daerah aliran Sungai(DAS) jalan laut.

Warga yang peduli lingkungannya dan mendengar TI tersebut akan jalan lagi mendatangi DPRD Bangka.

Kedatangan warga tersebut disambut ketua DPRD Bangka Parulian Napitupulu didampingi Kasatpol PP Bangka Dalyan Amrie, Dinas Lingkungan Hidup dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka.

Kaling jalan laut, Feri kepada Ketua DPRD Bangka menumpahkan kekesalannya terhadap TI yang sudah bercokol sejak tahun 2008 .lalu.

Namun para penambang tak mengubris apapun yang menghalangi usaha mereka.Walhasil,lokasi yang dipenuhi tumbuhan bakau dan daerah aliran sungai itu kian hari kian menghilang.

Keluh kesah Feri ini menanti harapan adanya solusi dan penyelesaian yang kian tak berujung dari semua unsur terkait.

Keluhan Feri ini diiyakan Suharli,lantaran tak sanggup lagi menatap kawasan yang sudah lapang mengakibatkan rawan banjir.

“Dulu saya tidak pernah kena banjir, tapi sejak 5 dan 6 tahun ini,kami selalu menjadi langganan banjir akibat penambangan di jalan laut,”keluhnya risau.

Mirisnya,justru yang merusak kawasan mangrove dan DAS di jalan laut bukan warga jalan laut melainkan pendatang dari berbai daerah.

“Kalau mau merusak, kami juga bisa. Tetapi kami tidak ingin melakukan hal itu. Malahan masyarakat luar yang menambang disana,”katanya.

Mendengar keresahan warga, Parulian mengatakan akan memecahkan permasalahan di jalan laut secara bersama – sama melibatkan sejumlah unsur yang berkompeten.

Diakuinya, jelas penambangan di jalan laut tidak memiliki izin dan telah merusak lingkungan. Selain itu, aktifitas penambangan di sana dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah dasar.

Kasatpol PP Bangka, Dalyan Amrie mengatakan berdasarkan hasil rapat, ada beberapa kesimpulan yang disepakati yakni dengan melakukan patroli bersama dan mendirikan pos pengamanan yang didirikan di depan pintu masuk menuju lokasi tambang.

“Selain itu kita berharap juga masyarakat ikut berpartisipasi dan jangan hanya menyerahkan hal ini kepada pihak kepolisian dan Satpol PP,”katanya.

Menurut dia, pasca penertiban beberapa waktu yang lalu dipastikan hingga saat ini tidak ada lagi aktifitas penambangan di jalan laut.

“Tapi kemungkinan akan kembali lagi beroperasi dan inilah perlu koordinasi antara masyarakat dengan Polri dan Satpol PP agar tidak ada lagi penambangan disitu,”katanya.

Dikatakan dia, pos pengamanan yang akan didirikan dijalan laut itu sifatnya untuk berkumpul saja guna mencegah para pelaku tambang melakukan aktivitasnya kembali dijalan laut.

“Tujuan pos itu dibentuk,jika ada masyarakat melihat,masyarakat bisa cepat lapor kekita dan langsung kita tindaklanjuti dengan memberikan tindakan hukum kepada penambang yang masih membandel,”katanya (rfg/dei)

About kabarbabel 2422 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.