Pagelaran Pawai Budaya Beltim

????????????????????????????????????

kabarbabel.com–Manggar, Diskominfo Beltim, Sembilan (9) kelompok suku/ paguyuban yang ada di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mempertunjukkan kesenian dan tradisi budaya dari tempat asalnya dalam Parade Budaya Nusantara Kabupaten Beltim 2017.

Masing-masing kelompok tersebut saling memperkenalkan budayanya sekaligus unjuk diri. Ada yang bernyanyi, menari, dan melakukan atraksi di panggung Pantai Nyiur Melambai Lalang Kecamatan Manggar, Selasa (31/10) Malam.

Parade Budaya disaksikan Bupati Beltim, Yuslih Ihza, Kapolres Beltim AKBP. Nono Wardoyo, Kajari Beltim Widagdo, Plt. Sekda Ikwan Fahrozi, Forkopinda, dan beberapa pejabat Pemkab Beltim. Para pejabat tinggi itu turut bernyanyi dan berinterkasi para penampil.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol), Yusmawandi mengungkapkan acara Parade Budaya Nusantara baru pertama kali digelar di Kabupaten Beltim. Kegiatan digelar oleh Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Beltim, dengan dibantu oleh oleh Kesbangpol.

“Tujuannya adalah untuk saling menjalin silaturhami antar suku yang ada di Beltim. Dengan Parade Budaya kita tingkatkan kerukunan dan kebersamaan antara suku budaya bangsa dalam mewujudkan pembangunan,” ungkap Yusmawandi.

Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata itu mengatakan kegiatan digelar dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus Hari Jadi Kota Manggar.

Tahun depan, Ia menjanjikan akan menggandeng lebih banyak suku agar suasana lebih meriah.

“Kegiatan ini dak pakai APBD, murni bantuan dari perusahaan yang ada di Beltim. Yang ini baru ‘pemanasan’, tahun depan kita gelar yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak suku dan paguyupan,” kata Yusmawandi.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza menyatakan Pemkab Beltim mendukung adanya kegiatan seperti itu. Ia menilai dengan adanya pertunjungan seni budaya masyarakat yang ada di Beltim dapat mengetahui dan memahami keberagaman.

“Disini suasananya cair, kita dapat melihat masing-masing punya adat, bahasa, serta tarian masing-masing. Dengan perbedaan ini akan membuat kita utuh, dan tidak mudah dipecah belah,” kata Yuslih.

Yuslih menyadari Kabupaten beltim ditinggali oleh puluhan serta ratusan suku yang berbeda. Menurutnya dengan masyarakat yang heterogen patutnya saling jaga, dan saling menghormati.

“Insyallah dengan adanya kegiatan positif seperti ini dapat memperkokoh tali persaudaraan dan kekeluargaan. Saya berharap agar kegiatan dapat rutin dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak suku,” pintanya.(humas PemkabBeltim/dei)

About kabarbabel 2405 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.