Aan : Media Sosial Bisa Buat Pemuda Terpecah Belah

MANGGAR, www.kabarbabel.com – Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017 Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berlangsung di Halaman Kantor Bupati Beltim, Sabtu (28/10/2017). Wakil Bupati Beltim, Burhanuddin menjadi Pembina Upacara yang diikuti oleh ratusan pegawai di lingkungan Pemkab Beltim, anggota Polres Beltim, TNI AD, serta pelajar SD, SMP, dan SMA.

Hadir pula Forkominda, pejabat di Pemkab Beltim, dan jajaran perwira Polres Beltim. Meski ini adalah Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, tak begitu banyak organisasi kepemudaan yang ikut dalam upacara. Terlihat di lapangan, hanya regu anggota KNPI, GP Ansor NU dan Karang Taruna yang ikut menjadi peserta.

Wakil Bupati Beltim membacakan arahan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi. Dalam arahan itu Menpora menekanan sekarang ini terjadi degradasi mental di kalangan pemuda. Ironisnya, di tengah kemudahan komunikasi dan transportasi membuat para pemuda saat ini mudah terpecah belah.

“Dulu para pemuda dari seluruh Indonesia saling bersatu, meski dengan keterbatasan yang ada. Sekarang saling fitnah, tebar kebencian, provokasi, ejek-ejekan di media sosial. Kondisi ini kan bertolak belakang, dengan jaman dulu,” kata Aan, sapaan akrab Burhanuddin.

Mantan Ketua KNPI Kabupaten Beltim itu pun mengungkapkan begitu banyak anak muda yang terjerumus dalam hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, serta minum-minuman keras. Menurutnya hal itu akan membuat para pemuda kehilangan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme.
“Dulu para pemuda dari seluruh Indonesia saling bersatu, meski dengan keterbatasan yang ada. Sekarang saling fitnah, tebar kebencian, provokasi, ejek-ejekan di media sosial. Kondisi ini kan bertolak belakang, dengan jaman dulu,” kata Aan, sapaan akrab Burhanuddin.

Mantan Ketua KNPI Kabupaten Beltim itu pun mengungkapkan begitu banyak anak muda yang terjerumus dalam hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, serta minum-minuman keras. Menurutnya hal itu akan membuat para pemuda kehilangan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme.

“Sekarang mudah ngancurkan negara kita, kasih narkoba atau rusak saja mentalnya. Gimana bangsa kita mau maju kalau pemudanya saling terjerumus hal negatif. Metalnya lembek,” tegas Aan.

Aan pun mengatakan kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Beltim. Ia mencontohkan mesjid yang sepi dari aktivitas pemuda, isinya rata-rata berusia di atas 50 tahun.

“Masalah ini bukan hanya butuh kepedulian pemerintah semata. Namun juga kepedulian dari orang tua, guru, tokoh masyarakat serta peranan organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Terkait peranan organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Beltim, Aan menilai masih kurang maksimal. Ia minta agar OKP dapat solid dan memberikan sumbangsih bagi pembangunan kepemudaan di Kabupaten Beltim.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kapolres Beltim, AKBP. Nono Wardoyo. Ia mengatakan seharusnya para pemuda di Beltim itu layaknya seperti lirik lagu ‘Bangun Pemuda-Pemudi’.

“Tak usah banyak bicara terus kerja keras. Hati tetap teguh berpikir jernih. Bertingkah laku halus, jujur dan iklas,” ucapnya mengutip lirik lagu.

Nono juga mengatakan trend paradigma di kalangan pemuda banyak yang salah. Ia pun mengungkapkan banyak kasus-kasus kriminal yang terjadi di kalangan pemuda, akibat pengaruh bebas media sosial.

“Ada anak muda terlibat kasus prostistusi di media sosial, gantung diri, saling bully, caci maki, dan sebagainya. Malu sebenarnya kita dengan pendahulu kita,” ujarnya. (Diskominfo Beltim/kbc).

About kabarbabel 2426 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.