Pokja AMPL Kampanye Di 7 Kecamatan

MANGGAR, www.kabarbabel.com – Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengkampanyekan Sanitasi Terpadu ke 7 kecamatan di Kabupaten Beltim. Dengan menggandeng konsultan dan berbagai dinas terkait, Pokja AMPL mengakampanyekan ‘Gerakan Menuju Beltim Bersih dan Sehat’.

Koordinator Pokja AMPL Kabupaten Beltim, Efita Santy mengungkapkan kampanye tahun ke tiga ini akan difokuskan untuk mendukung target Program Nasional Pemerintah Universal Acces tahun 2019. Target itu terdiri dari 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan pemukiman kumuh dan 100 persen sanitasi layak.

“Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah sanitasi serta praktik hidup bersih dan sehat. Kita juga berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat dan lembaga masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan layanan sanitasi yang berkelanjutan,” ungkap Evi saat ditemui Diskominfo Beltim, Jumat (29/9/2017).

Selain itu, Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sumber Daya Alam dan Sarana Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Beltim itu mengatakan kampanye bertujuan untuk menjamin ketersediaan sistem sanitasi yang berkualitas, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

“Kita sedang berupaya mengurangi dan menghilangkan praktik buang air besar sembarangan terutama pada desa dengan masalah sanitasi tinggi. Di Kabupaten Beltim baru satu desa yang baru mendeklarasikan gerakan Bebas BABS, yakni Desa Lalang Jaya,” kata Evi.

Untuk kesediaan Air Bersih, Evi menyatakan saat ini baru lima desa di Kabupaten Beltim yang memanfaatkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Padahal target pemerintah untuk tahun 2017 – 2018, ada 15 desa yang bisa diikutan dalam Program PAMSIMAS.

“Baru Desa Nyuruk, Dendang, Lilangan, Limbongan, dan Lenggang. Cuman khusus untuk Desa Lenggang, masuk di APBD Perubahan,” jelas Evi.

Evi pun menyesalkan kekurang aktifan pemerintah desa untuk menerima program PAMSIMAS. Padahal menurutnya, miliaran rupiah anggaran pemerintah pusat siap dikucurkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Satu desa bisa di atas seratus juta, tergantung proposal. Cuman khusus untuk air minum, ya paling tidak, desa ada kesiapan menerima program, permintaan sosialisasi, dan menyiapkan kegiatan. Jadi tidak tergantung dengan dana desa,” ujarnya.(kbc/Biskominfo Beltim).

About kabarbabel 2250 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.