Kades Jurung Risih Ditanya Santunan Kematian oleh Warganya

*Dana Tak Kunjung-kunjung Cair

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Program pemerintah memberi bantuan kepada masyarakat Kabupaten Bangka yang meninggal dunia, pada akhirnya tersendat-sendat, bahkan tidak dibayar. Hal ini menjadi persoalan rumit bagi para kepala desa.

Pasalnya masyarakat tahunya dana itu ada dan masyarakat tinggal menerima dari kades, karena kades yang mengurusnya. Keluhan itu diungkapkan Kades Desa Jurung, Kecamatan Merawang, Sulaiman ketika ditemui di Kantor Desa Jurung, beberapa hari lalu.

Menurut Sulaiman, bahwa dirinya merasa risih ketika masyarakat mempertanyakan soal dana kematian. Karena masyarakat sudah meyakini bahwa kalau keluarganya yang meninggal dunia ada bantuan dari pemerintah kabupaten Bangka. Memang semula berjalan lancar dan bantuan itu diterima masyarakat, tapi semenjak tahun 2015-2016 sampai tahun 2017 ada hambatan dan ada yang belum cair juga.

“Jadi masyarakat mempertanyakan ke saya dan sudah kita jelaskan bahwa dana kematian belum cair. Namun sepertinya masyarakat juga belum paham dan menuding seolah-olah dana itu sudah cair, ada di tangan kades. Kan jadinya tidak enak,” tuturnya.

Dijelaskan Sulaiman, bahwa masyarakat tidak tahu kalau persoalan bantuan dana untuk orang meninggal dunia, baru terkendala dengan adanya kasus. Seharusnya dana kematian tetap jalan dan yang terlibat kasus harus bertanggung jawab. Sebab kalau dibiarkan berlarut-larut, akan semakin menambah rasa kurang percayanya masyarakat terhadap pemerintah.

“Pemerintah harus tetap konsekuen dengan program yang sudah dijalankan. Karena dengan program dari pemerintah memberi bantuan kepada masyarakat yang meninggal dunia itu, sangat membantu bagi masyarakat yang sedang kesusahan,” ujarnya.

Ditambahkan Sulaiman, untuk itu kita sangat berharap agar program yang sudah berjalan membantu masyarakat ini, tetap harus jalan. Mengingat masih ban

About kabarbabel 2429 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini