Istri Nelayan Terharu Dapat Uang Santunan Rp 160 Juta

MANGGAR, www.kabarbabel.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Sarjono, menyerahkan uang asuransi nelayan kepada Lina (30) yang merupakan ahli waris dari almarhum Bako (60), di Ruang Kepala DKP Beltim, Selasa, (19/9/2017). Uang yang diserahkan berupa buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang telah terisikan saldo sebanyak Rp 160 juta.

Lina saat ditemui seusai penyerahan uang asuransi nelayan mengatakan, bahwa ia merasa senang bisa mendapatkan uang asuransi nelayan milik ayahnya yang telah mereka nantikan kurang lebih selama tiga bulan.

“Perasaan kami senang yah, uang asuransi nelayan milik ayah kami sudah ada, kami menunggu kurang lebih tiga bulan dan sekarang uangnya sudah ada dan bisa kami gunakan,” kata Lina sambil menahan tangisnya.

Anak ketiga Almarhum Bako dari sembilan saudara ini juga menjelaskan bahwa mereka akan menggunakan uang tersebut untuk keperluan adik-adiknya yang masih mengenyam pendidikan.

“Nanti rencananya uang ini akan kami gunakan untuk adik-adik kami melanjutkan sekolahnya, dan kami juga berterimakasih kepada pemerintah yang telah membantu dan memberikan uang asuransi ini kepada kami,” jelas wanita yang berasal dari Kampung Baru Manggar.

Sementara itu, Kepala DKP Beltim Sarjono, mengatakan uang yang diterima oleh ahli waris keluarga almarhum Bako sebanyak Rp 160 juta. Seperti yang sudah diketahui almarhum Bako meninggal dunia saat sedang tertidur di dalam kapalnya.

“Almarhum kan meninggalnya memang sedang di laut, akan tetapi beliau meninggalnya saat tertidur di kapal bukan sedang bekerja, oleh karena itu besaran nominal uang asuransi nelayan yang bisa diklaim sebesar Rp 160 juta,” jelas Sarjono.

Sarjono juga berpesan kepada keluarga almarhum untuk bisa menggunakan uang asuransi nelayan tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi keluarga.

“Uang yang diberikan agar bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kelanjutan kehidupan mereka, mungkin untuk modal usaha atau untuk hal yang lainnya yang bermanfaat karena beliau kan merupakan tulang punggung keluarganya,” ujar Sarjono

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim ini juga menjelaskan bahwa uang asuransi yang diberikan kepada keluarga almarhum Bako merupakan salah satu program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam rangka memberikan perlindungan kepada nelayan.

“Asuransi nelayan merupakan program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan perlindungan kepada para nelayan , karena kerja mereka mengandung resiko yang tinggi, jadi maksudnya memberikan rasa aman kepada mereka saat melaut,” jelasnya.

Disinggung mengenai nominal uang asuransi nelayan yang bisa diklaim oleh peserta asuransi nelayan, Sarjono menjelaskan bahwa besaran nominalnya tergantung tingkatan kecelakaan yang dialami oleh korban tersebut.

“Adapun nominal uang yang bisa diterima oleh peserta asuransi nelayan tergantung dari besar kecilnya kecelakaan yang diterima korban, untuk kecelakaan yang berakibatkan kematian saat sedang menangkap ikan mendapatkan Rp 200 juta, dan bagi yang meninggal tidak sedang melaut misalnya karena sakit akan mendapatkan Rp 160 juta, sedangkan untuk kecelakaan yang tidak meninggal dunia akan dinilai sesuai tingkat kecelakaannya dan maksimalnya mendapatkan Rp 100 juta,” jelasnya

Sarjono juga menambahkan untuk mengurus pengajuan asuransi nelayan di Kabupaten Beltim dengan tegas dia mengatakan bahwa tidak ada pemungutan biaya sepeserpun.

“Ini free dari pertama hingga sampai sekarang, saya juga pesankan kepada staf-staf saya bahwa kita bekerja dengan ikhlas Lillahitaallah, yang kita urus ini orang yang meninggal orang yang kesusahan jadi kita tidak ingin menambah beban orang-orang tersebut,” ungkapnya.(kbc).

About kabarbabel 2026 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.