Sembahyang Rebut di Pohin, Patung Thai Se Ja Seharga Ratusan Juta Dibakar

PEMALI – www.kabarbabel.com, Patung Thai Se Ja yang dibuat memakan waktu kurang lebih 4 bulan di Pohin Desa Air Duren Kecamatan Pemali akhirnya di bakar pada Kamis dini hari (7/9/17). Pembakaran patung Thai Se Ja ini tepat pada jam 12 malam pada puncak perayaan sembahyang rebut atau Chit Ngiat Pan.

Adat kepercayaan warga Tionghoa, mempercayai pada tanggal 15 bulan 7 tahun imlek pintu akherat terbuka lebar. Arwah-arwah yang berada di dalamnya akan keluar dan bergentayangan di dunia, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk mereka ini berupa pemberian bekal berupa makanan, pakaian dan uang agar para arwah ini tidak mengganggu manusia di dunia.

Oleh sebab itu setiap tanggal 15 bulan 7 warga Tionghoa di Provinsi Bangka Belitung selalu mengadakan ritual Sembayang Rebut atau disebut Chit Ngiat Pan di setiap kuil dan kelenteng. Seperti yang diadakan di kelenteng CETYA DHARMA ABADI Pohin Desa Air Duren Kecamatan Pemali disaksikan ribuan warga yang datang.

Baik warga Tionghoa maupun melayu berbaur untuk menyaksikan sembahyang rebut atau yang disebut dengan Chit Ngiat Pan dan pada pada puncak perayaan sembahyang rebut ini nantinya akan dilakukan pembakaran Patung Thai Se Ja yang di buat selama kurang lebih dua bulan.

Patung Thai Se Ja senilai ratusan juta ini terbuat dari rangka bambu dan kayu serta ditempel dengan lapisan bahan kantong semen dan kertas grep dengan ketinggian 15 meter. Setiap tahunnya ketinggian patung Thai SeJja ini berbeda dan jumlah patung yang dibakar malam puncaknya sebanyak empat buah seperti patung kuda, penjaga kuda, perahu dan burung.

Sesajen yang sudah dipersiapkan oleh panitia berupa hasil dari bumi seperti buah-buahan, sayur, makanan, mie instans serta pakaian ini nantinya akan diperebutkan para pengunjung. Ador salah satu pengurus Kelenteng sekaligus perancang pembuatan patuang Thai Se Ja kepada wartawan mengatakan, pembuatan patung ikerjakan secara gotong royong, dan menggunakan biaya sumbangan dari penduduk setempat.

“Untuk sembahyang Rebut ini kita lakukan setiap tahun, namun untuk patung Thai Se Ja ini tingginya setiap tahun berbeda. Untuk sekarang tingginya 15 meter kalau ditambah sama patung Dwi Kuan Im sekitar 18 Meter. Untuk lama pengerjaan sekitar 4 bulan, dan memakan biaya sekitar ratusan juta rupiah,” cerita Ador.

Pertanda dimulainya rebut sesajen sudah dipersiapkan oleh panitia dan tampak ratusan warga yang menunggu langsung menaiki tempat sesajen disediakan. Warga rela berdesak desakan, demi mendapatkan hasil yang direbut, konon katanya jika masyarakat yang mengikuti rebut tersebut namun tidak mendapatkan apa-apa maka akan membuat bala atau celaka pada dirinya.

“Kalau untuk rebut ini kita datang setiap tahun, ini kita datang sama suami dan anak. Ini nanti sayurnya kita masak semua, untuk makan besok,” ungkap Yus, salah satu pengunjung yang ikut rebutan. (kbc).

About kabarbabel 2072 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.