Silvi Tak Ingin Sendiri, Mulai Buka-bukaan Soal Bansos

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Sepertinya Silviana (27) tersangka Bantuan Sosial (Bansos) penyelewengan dana kematian tidak ingin sendiri terseret ke kursi pesakitan. Setelah ditetapkan jadi tersangka, Silvi yang kini dijebloskan ke rumah tahanan mulai “bernyanyi” tentang aliran dana bansos lewat kuasa hukumnya.

Kepada sejumlah wartawan, Kuasa Hukum tersangka Silvi, Jaelani meminta kepada tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kajari Bangka untuk mengkronfontir oknum PNS DPPKAD Bangka, VR. VR disebut ikut terlibat menikmati uang rakyat yang dipakai untuk santunan kematian itu pada tahun 2016

“Dia (VR) juga ikut menikmati uang tersebut,” ujar Jaelani, Kamis (3/8/2017) di kantor Kejaksaan Negeri Bangka.

Menurutnya, uang yang dinikmati oleh oknum PNS VR ini nominalnya bervariasi mulai dari Rp 10 juta hingga ratusan juta. Bahkan ada berupa transfer banking terhadap inisial VR tersebut sebesar Rp 10 juta.

“Dan yang bukan berupa transfer yang mana dia (VR) ambil langsung itu ada Rp 300 juta,” katanya.

Selain itu, VR juga pernah membayar uang yang sempat ia pinjamkan kepada Silvi sebesar Rp 30 juta berupa kwitansi tanah.

“Sesuai ketentuan pasal 26 E, informasi dari seseorang itu bisa dijadikan sebagai bahan untuk barang bukti dalam tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Jaelani berharap kepada Kejaksaan Negeri Bangka untuk memeriksa dan mengkronfontir salah satu PNS berinisial VR yang turut menikmati dana bansos tersebut. Bahkan VR ini sebelumnya sudah pernah dilakukan pemanggilan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Bangka namun hanya sebatas saksi. 

“Jadi si VR ini pernah pakai uang tersebut untuk bisnis pupuk yang ada di Bandung dan ini sudah sering dia (VR) lakukan.Untuk bukti selanjutnya, bagaimana peranan masing masing atasan Silvi itu, kami akan membuka ini saat persidangan,” pungkasnya menyiratkan Silvi tidak ingin sendiri. (lio).

About kabarbabel 2426 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.