Beltim Deklarasi Gerakan Sekampong Ngenjage Anak

Stop Kekerasam Terhadap Anak, Para Pejabat di Beltim Mendeklarasikan Penghentian Kekerasan. (Foto :Diskominfo Beltim/www.kabarbabel.com).

MANGGAR – www.kabarbabel.com, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mendeklarasikan ‘Gerakan Sekampong Ngenjage Anak dan mengukuhkan Satuan Tugas Terpadu Menangani Anak (Satgas Teman Anak), di Auditorium Zahari MZ, Rabu (31/5/2017).

Gerakan ini merupakan strategi peningkatan kinerja perlindungan anak berbasis desa. Satuan tugas terpadu yang bersinergi untuk bergerak melindungi anak dari kejahatan kekerasan terhadap anak mulai dari kampung/ desa.

Inisiator program, Yeni Srihartati menjelaskan Satgas Teman Anak adalah bentuk penggabungan potensi berbagai pemangku kepentingan yang ada di desa, mulai dari tiga pilar desa, kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, serta organisasi lain yang berkenan untuk bersinergi dan terpadu menggiatkan Gerakan Sekampong Jaga Anak. Fasilitasi pelayanan perlindungan anak tersebut dalam bentuk kegiatan-kegiatan preventif pengunggahan kesadaran dan pembentukan karakter anak.

“Selain itu juga ada pendukungan dan pendampingan konsultasi/ konseling anak. Kita juga melakukan intervensi rehabilitative berorientasi kelayakan/Ramah Anak dan melibatkan tanggungjawab keluarga anak,” jelas Yeni.

Menurut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Beltim itu Satgas Teman Anak akan membangun jejaring komunikasi dan pengetahuan serta bergerak dalam tim-tim kerja sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan intervensi.

“Untuk tujuan jangka pendek akan dilakukan pilot di beberapa desa guna memudahkan melakukan review dan evaluasi terhadap bentuk dan jenis kegiatan pelayanan intervensi yang sudah dirancang,” terangnya.

Yeni berharap Satgas Teman Anak dan optimalisasi peran potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang menggiatkan Gerakan Sekampong Ngenjage Anak diharapkan handal menjadi strategi untuk peningkatan kinerja perlindungan anak.

“Ini untuk menghadapi semakin signifikannya jumlah kasus yang berkenaan dengan masalah anak dan anak bermasalah di Kabupaten Beltim. Ini juga akan menjadi kado untuk Hari Anak Internasional, Kamis (1/6/2017) besok,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza menekankan agar deklarasi dan pengukuhan Satgas tidak hanya sekedar menjadi kegiatan seremonial semata. Namun dapat mengurangi bahkan menghapus kasus kejahatan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Beltim.

“Kegiatan ini harus jadi momentum kita bersama, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menekan angka kekerasan terhadap anak. Ini tugas semua pihak. Anak-anak itu titipan Illahi, masa depan penerus pembangunan,” katanya.

Yuslih mengaku prihatin dengan adanya kasus penelantaran anak, pemukulan dan penganiayaan anak, bahkan tindak kejahatan yang dilakukan oleh anak. Bahkan, Ia mengutuk keras kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak.

“Kalau perlu jangan ada lagi kasus kekerasan terhadap anak di Belitung Timur ini. Kita harus jadikan daerah kita sebagai Kabupaten Ramah Anak,” ujarnya. (Diskominfo Beltim/kbc).

About kabarbabel 2206 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.