Wall Boulder Panjat Tebing Beltim Senilai 650 Juta Terbakar

Wall Boulder Panjat Tebing yang terbakar di kawasan Stadion Utama Kabupaten Belitung Timur, Selasa (23/5/2017). (www.kabarbabel.com).

MANGGAR – www.kabarbabel.com, Wall Boulder Cabang Olahraga Panjat Tebing yang terletak di kawasan Stadion Utama Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Selasa pagi (23/5), ludes terbakar. Tidak lebih dari setengah jam, api sudah meluluh lantakkan bangunan Venue cabang Olahraga Panjat Tebing yang sempat digunakan pada even Pekan Olahraga Provinsi Bangka Belitung (Porprov Babel) ke IV tahun 2014 tersebut.

Menurut informasi di lapangan, terbakarnya bangunan venue panjat tebing yang berstandar internasional dengan nilai sekitar 650 juta tersebut, pertama kali diketahui oleh istri seorang pekerja bangunan, yang tengah mengerjakan pembanguan ruangan fitnes di kawasan Stadion Utama Beltim.

Saat itu sekitar pukul 09.30 WIB, istri pekerja bangunan yang bernama Ayie tersebut, berniat hendak pulang ke kamp tempat tinggal sementara bagi pekerja bangunan, yang letaknya tidak jauh dari lokasi venue Panjat Tebing tersebut. Ayie yang melihat api mulai melahap Wall Boulder Panjat Tebing tersebut, langsung berteriak memanggil suaminya, seraya memberitahukan bahwa api sudah mulai membesar dengan asap yang mengepul hitam.

“Saya biasa ikut suami kerja, nah tadi itu pas saya keluar mau pulang untuj masak, tahu-tahu saya lihat api sudah besar. Saya langsung teriak, api-api, pak motor, motor, ada kebakaran di sebelah sana,” cerita  Ayie kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Selasa (23/5).

Masih menurut Ayie, begitu mendengar teriakannya tersebut, pekerja bangunan yang bernama Yusripto (24) dan tiga pekerja bangunan lainnya, sontak berlarian ke arah venue Panjat Tebing yang sudah terbakar. Para pekerja itu langsung menyelamatkan sejumlah motor yang diparkir di dalam lokasi venue. Bahkan Yusripto sempat menyiram api yang membakar matras tersebut, namun justru apinya semakin membesar.

“‘Mereka (pekerja bangunan,red) belarian untuk menyelamatkan motor. Ada tiga motor diparkir di situ. Bahkan Yusripto, sempat menyiram matras itu, tapi api bukannya padam, malahan semakin besar. Cepat sekali, tidak nyampai setengah jam api membakarnya. Pas saya tau juga, sudah gede apinya. Damkar datang aja apinya sudah padam,” lanjut Ayie.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Beltim, Gustav Pilandra menjelaskan bahwa venue Panjat Tebing yang terbakar tersebut, merupakan bangunan semi terbuka atau bangunan tanpa dinding di tiga sisinya. Pada bangunan tersebut terdapat Wall Boulder (Jalur pendek panjat tebing,red) yang terbuat dari bahan fiber. Sedangkan di bagian bawah Wall Boulder tersebut terpasang sejumlah matras busa.

“Boulder itu bukan untuk nomor yang pakai pengaman tali itu, makanya dipasang matras sebagai pengaman. Itu yang dimakan api, makan alas matrasnya, dan merembet ke boulder yang terbuat dari fiber itu. Kalau materai lainnya kan itu besi,” jelas Gustav.

Gustav juga mengatakan bahwa venue Panjat Tebing tersebut merupakan aset Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Beltim, yang sebelumnya berada di kawasan Pantai Nyiur Melambai. Pada tahun 2014, venue Panjat Tebing tersebut dipindahkan ke kawasan Stadion Utama Kabupaten Beltim.

“Ini barang lama, bukan aset Dispora, tapi aset KONI Beltim. Ada sebagian dari bangunan itu, sumbangan Pak Afa (Mantan Ketua KONI Beltim,red). Kalau total kerugiannya belum bisa ditaksir, mungkin ratusan juta lah,” pungkas Gustav. (yab)

About kabarbabel 2399 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.