Pengelola Tukik Tongaci Membantah Penangkaran Tanpa Izin

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Pihak pengelola penangkaran Tukik Babel Pantai Tongaci Sungailiat membantah keras tudingan Simpul Babel terhadap aktifitas penangkaran penyu di pantai itu tidak dilengkapi dokumen dan perizinan yang lengkap.

Menurut Pengelola penangkaran penyu pantai Tongaci, David dalam jumpa pers Sabtu siang (20/5/2017) mengatakan tidak benar penangkaran penyu di pantai Tongaci syarat kekurangan kelengkapan dokumen dan perizinan.

Baca :

Penangkaran Penyu dan Pembangunan Talud Tongaci Disinyalir Tanpa Izin Lengkap

“Karena kita perjanjian langsung ke Pemerintah yang mana disini kita berada dibawah naungan BKSDA. Jadi disini kita benar benar resmi,”ujarnya.

Hanya saja, untuk penangkaran penyu oleh pihak pengelola Tukik Babel ini, kata David sifatnya bukan berbentuk perizinan tapi pihak pengelola melakukan perjanjian kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau MoU.

“Karena semuanya itu tertuang seperti ini,”katanya.

David juga mengatakan, dalam melakukan penangkaran, pengelola penangkaran penyu Tukik Babel di Pantai Tongaci mendatangkan tenaga ahli dari lokasi penangkaran penyu yang ada di Jawa Timur.

“Kita datangkan dua orang tenaga ahli untuk memberikan ilmu dan mengajar kita dalam menangkarkan penyu. Setelah kita bisa, kita melakukannya sendiri,”katanya.

Disinggung terkait tudingan Simpul Babel terhadap penangkaran penyu Tukik Babel yang diduga tidak memenuhi standar sertifikasinya juga dibantah oleh David. Pasalnya, untuk kegiatan penangkaran penyu tersebut sejak berdiri hingga sekarang, pihaknya melakukan penangkaran itu sesuai dengan standar yang ada.

“Itu sudah sesuai dengan standarnya mulai dari pencarian telur, masa pemeliharaan dan pelepasan. Bahkan selama penyu itu sakit, kita upayakan kesembuhannya,”katanya.

Disinggung kembali terkait pembangunan breakwater atau talud di pantai Tongaci yang dipermasalahkan Simpul Babel, David mengaku dirinya tidak memiliki wewenang memberikan keterangan terhadap pembangunan talud.

Sementara, menurut Direktur Walhi Babel, Ratno Budi, untuk pembangunan talud di pantai Tongaci itu tidak wajib Amdal dan izinnya cukup UKL UPL. Walhi dalam hal ini diminta menganalisis keberadaan konsevarsi penyu termasuk perizinannya.

“Kalau untuk talud, saya sudah konfirmasi dengan BLH Kabupaten dan Provinsi dan itu tidak wajib Amdal, cukup UKL UPL. Terus untuk talud yang dibangun itu lahan pribadinya pak Sian dan sudah sertifikat hak milik, jadi cukup UKL UPL,”katanya.

Walhi menilai Simpul Babel tidak paham dengan kegiatan kegiatan apa saja yang wajib memiliki dokumen Amdal dan kegiatan kegiatan wajib memiliki dokumen UKL UPL.

“Karena dari dokumen yang dipegang, ini ada izin lingkungan tahun 2015 yang dikeluarkan BlHD dan ada UKL UPL. Dan itu sudah kita cek, ternyata lengkap perizinannya. Jadi tudingan Ujang ( Simpul Babel) ini bahaya menurut kami karena yang disampaikan oleh pengelola batavia, pak Sian, dia minta klarifikasi yang jelas dari Ujang lalu apa motivasinya sehingga dia menuding dokumen itu tidak lengkap,”katanya. (rif).

About kabarbabel 2239 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.