Beltim Jadi Kabupaten Pertama di Babel Menerima Citra Daerah

MANGGAR – www.kabarbabel.com, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim), Selasa (16/5), menerima Arsip Citra Daerah dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penyerahan arsip dilakukan oleh Direktur Layanan dan Pemanfaatan, Agus Santoso kepada Bupati Beltim, Yuslih Ihza bertempat di Auditorum Zahari MZ, Komplek Perkantoran Pemerintah terpadu Kabupaten Beltim.

Arsip yang diserahkan tersebut, berupa softcopy dan foto-foto sejarah Kabupaten Beltim dari masa sebelum kemerdekaan RI. Arsip tersebut sebelumnya diambil oleh ANRI dari Museum Batavia di Belanda.

Agus Santoso mengatakan, Arsip Citra Daerah merupakan rumusan dari kearifan lokal yang dimiliki sebuah daerah dan satu kesatuan informasi yang menggambarkan dinamika kolektif sebuah daerah. Materinya disusun berdasarkan arsip baik dalam bentuk teks, peta, maupun foto mengenai sejarah Kabupaten Beltim.

“Penyerahan Citra Daerah ini merupakan program ANRI dalam rangka menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, mengenai khasanah arsip statis Kabupaten Beltim yang telah tersimpan di ANRI. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang berkembang di lingkunganya, memupuk kebanggaan, dan rasa cinta tanah air,” ungkap Agus.

Ditambahkannya, Citra Daerah diterbitkan dengan dukungan data yang terkandung dalam arsip. Citra Daerah merefleksikan bagaimana suatu daerah ikut berperan, memberi warna dan corak dalam sejarah perjalanan bangsa dari masa ke masa.

“Di dalamnya, ada informasi yang menggambarkan dinamika kolektif sebuah daerah, yang terbentuk di atas kesadaran sejarah yang dialami bersama. Kesadaran sejarah ini diharapkan dapat menjadi landasan moral yang kokoh untuk pijakan melompat ke masa depan,” lanjut Agus.

Menurut Agus, Kabupaten Beltim merupakan kabupaten/kota ke 31 se-Indonesia yang telah menerima Citra Daerah. Sedangkan untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kabupaten Beltim adalah yang pertama menerima Arsip Citra Daerah tersebut.

“Masih ada 500-an kabupaten/kota yang masih mengantri untuk dapatkan Citra Daerah. Karena kita terkendala keterbatasan anggaran, maka setiap tahunnya tidak banyak yang kita berikan,” kata Agus.

Meski begitu, Agus mengungkapkan ANRI senang dan bangga karena dapat memberikan salinan arsip yang terkumpul dalam Citra Daerah Berbentuk softcopy.

“Semoga naskah tersebut dapat memberikan pengetahuan sejarah lainnya mengenai Kabupaten Beltim, juga dapat menambah khasanah arsip bagi Dinas Perpusatakaan,” tandas Agus.

Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza sempat kaget saat melihat ada foto Islamic Center Ihza Desa Lalang dari tahun 1920, yang masuk dalam arsip nasional ANRI. Dalam foto tersebut disebutkan jika bangunan tersebut dulunya merupakan salah satu Mesjid tua di Desa Lalang Kecamatan Manggar.

“Ini foto jaman kakek dan ayah saya dulu, kebetulan mereka adalah pengajar ngaji di sana. Jaman dulunya emang mesjid,” sebut Yuslih sambil menjelaskan kepada para pejabat dari ANRI, Kapolres dan Kajari Beltim saat peninjauan arsip foto-foto Beltim dari tahun 1920 hingga 1930-an.

Saat ini bangunan eks mesjid tersebut sudah bertransformasi menjadi Islamic Center atas nama Ihza. Namanya disesuaikan akan dedikasi keluarga Ihza yang dianggap pendiri dan pengajar di Islamic Center.

“Liat foto ini, jadi ingat jaman bariknye (dulunya, red). Pengecitan (jaman masih kecil, red), aku juga ngaji di situ,” sambung Yuslih.

Yuslih mengatakan dengan adanya penyerahan Arsip Citra Daerah banyak pengetahuan dan pembelajaran yang didapat. Hal itu pun akan memberikan motivasi bagi generasi sekarang untuk menghargai keberagaman, membangun solidaritas, memupuk rasa persatuan dan memperkokoh kesatuan bangsa.

“Bagus ini bagi kita, agar kita tau sejarah. Dan dokumen masa lalu ini akan menjadi penyemangat kita ke depan,” ujar Yuslih.

Selanjutnya Arsip Citra Daerah yang diberikan akan disimpan dan dipajang di Perpustakaan Daerah. Tujuannya agar para pengunjung dapat langsung melihat potret Kabupaten Beltim di masa lalu.

“Ini kan semuanya sejarah, sejarah harus diajarkan kepada generasi penerus agar mereka tidak lupa siapa pendahulu dan bagaimana budaya asli kita sebenarnya,” pungkas Yuslih. (diskominfo-azi/kbc/*yab)

About kabarbabel 2405 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.