Pemerintah Diminta Tegas Soal Pertambangan

Dedy Yulianto

*Dedy Yulianto: Jangan Dibiarkan Lingkungan Kita Rusak Parah

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Pemerintah Kabupaten Bangka diminta tegas dalam menyikapi ulah penambang yang asal menambang ditempat kepentingan umum. Seperti di jembatan Perimping, para penambang sudah merambah melakukan kegiatan di bawah jembat dan juga sangat mengganggu aliran sungai.

Untuk itu pemerintah diminta tegas dalam menyikapi persoalan ini, karena banyak hutan bakau yang sudah rusak sangat parah sekali. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Propinsi Babel, Dedy Yulianto ketika ditemui, kemaren usai melakukan peninjauan di Jembatan Perimping.

Dijelaskan Dedy Yulianto, dirinya sangat miris sekali melihat aktifitas penambangan di Jembatan Perimping. Pasalnya kondisi lingkungan di jembatan perimping rusak parah.

“Untuk itu ia minta pemerintah daerah harus melakukan tindakan tegas. Kemudian, pemerintah harus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk segera melakukan penindakan tegas, tidak pandang bulu dalam melakukan sikap.

“Hukum tidak mengenal pandang bulu dan kalau mereka salah tetap salah. Jangan sampai kegiatan penambangan merusak tanaman bakau (mangrove ) yang ada di sekitar situ. Coba lihat sendiri, alur sungai sudah rusak parah dan kita berharap aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan tegas,” tegasnya.

Ditambahkan politisi Partai Gerindra ini, dirinya barusan turun ke lapangan serta melihat dengan kasat mata, ada kapal-kapal besar membuat sakan-sakan besar. Ia harap kepada pemerintah memberi lahan pertambangan-pertambangan untuk rakyat baik di darat maupun di laut serta segera berkoordinasi dengan pemilik IUP untuk mengakomodir penambang-penambang yang menambang bukan pada tempatnya.

Penambang menurutnya dapat diarahkan ke tempat lahan yang memang boleh ditambang dan bukan di daerah aliran sungai atau dibawah jembatan. Sebab sangat bahaya jika dibiarkan berlarut-larut.

“Jangan sampai mereka dalam melakukan aktivitas penambangan kebablasan, yaitu asal menambang di daerah –daerah larangan untuk ditambang. Seperti aliran sungai dan seputar jembatan. Banyak hutan-hutan bakau yang rusak. Kita juga minta kepada masyarakat, tolong jaga aliran sungai dan jangan alasan perut namun merusak lingkungan,”pungkasnya. (eru).


Dedy

About kabarbabel 2429 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.