Waw….Belum Satu Pun Desa Di Beltim Bebas BABS

MANGGAR – wwww.kabarbabel.com, Masalah sanitasi lingkungan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masih tetap menjadi masalah serius. Perilaku hidup bersih warga ditenggarai jadi penyebab utama lambatnya keberhasilan program sanitasi berjalan maksimal.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, yang mengutip penelitian UNICEF mencatat sekitar 50 juta penduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan (BABS). Kondisi ini tak jauh berbeda dengan yang ada di Kabupaten Beltim, sekitar 47 persen warga masih BABS.

“Belum ada desa di Kabupaten Beltim yang 100 persen bebas BABS, paling hanya 80 persen. Itupun hanya di Desa Lalang Jaya yang baru rencana mendekati,” ungkap Dianita Fitriani, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan kepada Diskominfo Beltim seusai Rapat Tim Kampanye Sanitasi Terpadu di Ruang Pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Rabu (10/5/2017).

Perilaku BABS dianggap sudah merupakan kebiasaan yang tertanam sejak kecil sehingga sulit dihilangkan saat dewasa. Faktor ekonomi yakni ketidakmampuan memiliki toilet juga dianggap membuat kebiasaan buruk tersebut terus berlangsung.

“Merubah perilaku itu yang paling sulit. Kadang biarpun ada jamban beberapa warga masih tetap melanjutkan kebiasaan buruknya BABS di tepi pantai, sungai atau bahkan di lapangan terbuka,” kata Dian.

Menurut mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah itu perilaku tersebut membuat angka penularan penyakit lingkungan menular seperti cacingan, TBC, dan diare cukup tinggi di Kabupaten Beltim. Bahkan Ia menyebut, angka penderita diare selalu masuk 10 besar.

“Semuanya berawal dari treatment lingkungan. Kalau orang BABS sama saja dengan meracuni orang lain, khususnya kalau dia punya penyakit,” tegas Dian.

Untuk itu, Dian berharap peran partisipasi stimulasi pemerintah khususnya dari organiasi perangkat daerah terkait dapat secara konsisten memberikan pemberdayaan kepada masyarakat. Kampanye sanitasi harus terus dilaksanakan, dengan target perubahan perilaku.    

“Peningkatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan perilaku masyarakat itu PR kita bersama.Deklarasi Bebas BABS harus kita laksanakan agar dapat memicu desa-desa lain,” ujarnya. (kbc).    

About kabarbabel 2360 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.