Gapabel Desak Stop Upaya Penambangan Timah Laut Belitong

TANJUNGPANDAN – www.kabarbabel.com, Terkait kegiatan yang dilakukan PT. Timah Tbk yaitu melakukan pengeboran di perairan olivier dinilai sangat melukai hati masyarakat Belitong. Sebab diketahui Bupati Belitung Timur dan Bupati Belitung pernah melakukan kesepakatan bersama pada tanggal 8 Oktober 2016 di Bambu Kuning Kampit.

Kondisi pengeboran di perairan laut Beltim oleh PT. Timah dinilai bentuk pengingkaran pada petisi di atas kain putih tanggal 14 Oktober 2016. Untuk itu Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) berharap Bupati Beltim tetap komitmen dan konsisten dengan pernyataan yang telah diucapkannya pada tanggal 8 Oktober 2016 dan penandatanganan petisi bersama Bupati Belitung pada tanggal 24 Oktober 2016 lalu mengenai penolakan terhadap kapal isap.

“Selain komitmen untuk petisi itu, kita pun mendesak dicabutnya IUP pertambangan laut di Belitung dan Belitung Timur. Gapabel mendesak kepada Pimpinan untuk tidak mengganti janji yang pernah dibuat,” kata Ketua Gapabel Pifin Haryanto, Minggu (7/5/2017) kepada www.kabarbabel.com.

Pria yang dikenal sapaannya Tilenk ini mengatakan, seperti diketahui bersama bahwa pulau Belitung adalah pulau yang dianugerahi Tuhan dengan keindahan alamnya terutama alam perairan baik di laut maupun di pantai. Sepatutnya sebagai manusia tidak merusak dengan alasan “perut”, apalagi peluang sudah terbuka lebar lada sektor pariwisata, perkebunan rakyat maupun usaha-usaha lainnya.

“Kita seharusnya banyak belajar dari kepulauan Kundor dan Bangka, dimana tambang laut sangat merusak belum lagi dampak sosial yang terjadi oleh karena itu sudah seharusnya kita tidak berpikir untuk menjadikan laut Belitong sebagai daerah tambang laut,” tegasnya.

Gapabel sebagai salah satu organisasi masyarakat yang bergerak di lingkungan selalu akan menjadi garda terdepan jikalau ada pihak pihak yang mencoba merusak lingkungan Belitong.

“Kita tidak peduli siapa pun itu. Jangan sampai kita sebagai masyarakat Belitong membiarkan kerusakan ini terjadi, kalau sudah rusak siapa yang akan bertanggung jawab terhadap nasib ratusan ribu masyarakat Belitong yang terkena dampak dari rusaknya laut akibat tambang. Berpikirlah untuk anak cucu kita kedepan, jangan egoisme memikirkan perut sekelompok orang saja,” pungkasnya. (kbc).

About kabarbabel 2424 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.