Atasi Kerusakan Alam Di Babel Dibutuhkan Generasi Cinta Lingkungan

MENDO BARAT – www.kabarbabel.com, Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yan Megawandi menilai, Kemah Bumi yang diselenggarakan Bangka Flora Society (BSF) memperkenalkan kepada para peserta tentang kondisi alam yang sesungguhnya.Para peserta selama beberapa hari intens di alam bebas dengan berbagai kegiatan.

“Seperti penyemaian bibit–bibit adalah kecintaan kita terhadap lingkungan yang dapat kita pupuk dan tumbuhkan dari hari ke hari,” Ungkap Yan Megawandi di hadapan peserta Kemah Hijau, Jumat (21/4/2017) di Kebun Botani Atok Man di desa Petaling Banjar, Kecamatan Mendo Barat.

Dijelaskannya, Pulau Bangka dan Pulau Belitung merupakan bagian dari ekosistem yang terlihat secara nyata kerusakan alamnya akibat perambahan hutan, penambangan dan kegiatan ilegal lainnya. Hal itu karena tidak disertai pola perlindungan yang benar sehingga dibutuhkan sebuah generasi yang mencintai lingkungan dan mencintai ekologi.

“Yang akhirnya nanti bisa turut memelihara, mejaga dan melestarikan lingkungan serta menghijaukan kembali kerusakan–kerusakan yang selama ini terjadi. Salah satu catatan luasan lahan kritis di Bangka Belitung ini termasuk yang tinggi di Indonesia dari prosentase lahan yang ada, kalau tidak kita perhatikan kondisi ini akan berdampak kepada kehidupan manusia dan ekologi lainnya,“ ungkap Yan.

Ditambahkannya, semakin dini melakukan penyelelamatan lingkungan akan menyelamatkan generasi yang akan datang. Dalam konteks itu pihaknya menyampaikan terimakasih kepada pejuang lingkungan yang berada di barisan terdepan, diantaranya Bangka Flora Society untuk terus berkesinambungan menyelenggarakan kegiatan Kemah Hijau.

“Tentunya bersinergi dengan program pemerintah dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota sehingga kita akan bersatu padu dengan komitmen kita untuk hidup di tengah lingkungan yang lebih harmonis dan bertanggungjawab terhadap lingkungan,” papar Yan Megawandi.

Sementara pada kesempatan yang sama, Bupati Bangka Tarmizi Saat ketika membuka Kemah Hijau Sahabat Bumi mengharapkan kepada BSF untuk memberikan nama latih pada pohon yang ada di kebun Botani Atok Man untuk menambah wawasan dan pengetahuan para peserta Kemah Hijau dan masyarakat.

Bupati juga mengajak BSF untuk belajar menanam padi diatas lahan bekas tambang seperti yang dilakukan di kelurahan Matras Sungailiat dan tata cara penggemukan Sapi. Bupati mengingatkan kepada para peserta untuk menjaga kesehatan dan menjaga lingkungan selama mengikuti Kemah Hijau.

“Sebagai ciri kita mencintai lingkungan tidak membuang sampah sembarangan, sampahnya dikumpul,” pesan Tarmizi.
Di sisi lain, Dian Rossana Anggraini, Ketua Pelaksana Kemah Hijau Sahabat Bumi, mengatakan bahwa Kemah Hijau Sahabat Bumi yang diprakarsai BFS di kebun Botani Atok Man dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Bumi Nasional dengan tema berbagi, belajar, tentang dan untuk lingkungan demi masa depan bumi kita yang lebih baik.

“Tujuan kegiatan untuk menanamkan rasa sosial dan kepedulian dan pemahaman kepada generasi muda tentang pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Kemah Hijau Sahabat Bumi diikuti 17 sekolah yang peduli terhadap lingkungan dari tingkat SD, SMP dan SMA berjumlah 350 siswa, didampingi 60 guru pendamping, berlangsung 21 – 24 April 2017 di kebun Botani Atok Man pusat edukasi dan konservasi. Kegiatan tersebut merupakan Swadana BFS dengan didukung PT. Timah Tbk dan sekolah masing – masing peserta.(eru)

About kabarbabel 2262 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.