Pulau Belitong Secara Klimatologis Termasuk Tipe Iklim Equatorial

Kepala Stasiun BMKG Buluh Tumbang, Charles Siregar, ST, MSi

TANJUNGPANDAN – www.kabarbabel.com, Sebagai daerah kepulauan, letak Pulau Belitong berada di tengah laut, terletak diantara 3 Pulau Besar yakni Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa, serta Semenanjung Malaysia. Letak secara geografis ini sangat berpengaruh terhadap iklim di Pulau Belitong, yang tentunya berdampak terhadap kondisi cuaca di daratan maupun  perairan laut Pulau Belitong.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Buluh Tumbang, Charles Siregar, ST, MSi mengatakan, Pulau Belitong secara klimatologis termasuk ke dalam tipe iklim equatorial, dimana pada setiap tahun ada dua peak (puncak) hujan. Pertama terjadi pada Bulan Maret-April. Peak kedua terjadi pada Oktober-November. Namun tipe aquatorial ini tidak dialami semua daratan di Pulau Belitong.

“Pada siang hari angin laut akan masuk ke daratan. Saat masuknya angin dari lautan ini mengandung uap air yang tinggi dan terjadi penumpukan. Sehingga penumpukan uap air tersebut mempercepat terjadinya pembentukan awan-awan hujan. Makanya di Pulau Belitung dominannya hujan terjadi siang hari,” ungkap Charles, Rabu (19/4).

Menurut Charles, ada beberapa wilayah di Pulau Belitong yang cenderung beriklim Monsoonal (musiman), terutama di daerah selatan mulai dari Tanjungpandan, Selat Nasik hingga Membalong. Tipe Monsoonal ini dicirikan dengan adanya beberapa bulan yang tidak mengalami hujan sama sekali. Sebaliknya, tipe iklim equatorial dapat dipastikan hujan akan terjadi pada setiap bulannya.

“Iklim ini akan terasa bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, karena cuaca ini akan berpengaruh terhadap kondisi perairan laut Pulau Belitung, seperti terjadinya angin kencang dan gelombang laut yang tinggi. Untuk itu sebagai langkah antisipasi, nelayan perlu mengetahui kondisi cuaca di laut, khususnya terkait dengan data meteorologi maritim,” lanjut Charles.

Masih menurut Charles, data meteorologi maritim ini merupakan ilmu yang mempelajari kondisi cuaca di laut, yang disajikan oleh unit tersendiri yakni BMKG Maritim, bukan dari Stasiun Meteorologi Buluh Tumbang. Namun sejauh ini, unit BMKG Maritim di Belitung belum ada di Tanjungpandan, sehingga informasi terkait data meteorologi maritim tersebut menjadi tanggung BMKG Buluh Tumbang.

“Untuk saat ini, informasi cuaca di laut bisa dilihat di Displays Informasi Cuaca Pelabuhan dan Cuaca di Laut yang terpasang di Pelabuhan Tanjungpandan, dan itu sudah terupdate. Informasi cuaca ini penting, bukan hanya untuk mengetahui kondisi cuaca hari ini saja, tapi juga prakiraan cuaca esok harinya,” sebut Charles.

Diakui Charles, Saat ini Stasiun Meteorologi Buluh Tumbang agak kesulitan dalam menyebarkan informasi cuaca. Pasalnya, media penyebaran (desiminasi) informasi publik yang terbatas. Selama ini informasi publik terkait cuaca tersebut hanya disebarkan melalui stasiun radio swasta, yang notabenenya bekerja secara komersil.

“Oleh karena itu, untuk menjamin kontinuitas informasi publik semacam ini, kami harap media publik juga bisa membantu, karena banyak pihak yang membutuhkannya, baik masyarakat maupun pemerintah dan kalangan swasta. Sifat dari informasi cuaca ini tidak melalui mekanisme pasar. Kalau informasinya rutin, kita kan bisa memantau kapan cuaca ekstrim terjadi. Selain itu kita juga berharap dapat bekerja sama dengan stasiun radio pemerintah, ” pungkas Charles (yab).

About kabarbabel 2051 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.