Peduli Ashigara, BPCB Jambi Turun ke Babel, Pemprov Surati Kementerian Senin Ini

*Aktifitas Pengangkatan Kapal Dengan Dalih Pembersihan Alur Pelayaran Minta Dihentikan

MUNTOK – www.kabarbabel.com, masalah dugaan pengangkatan kapal tenggelam masa sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia cukup menyita perhatian. Selain komentar keras dilontarkan Ketua Harian Emas Diving Club Bangka Belitung (EDC Babel) Syarli Nopriansyah, juga telah menyita perhatian pihak luar.

Masalah yang dicuatkan pertengahan pekan lalu telah menuai reaksi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi dengan turun ke Babel hingga ke Sungailiat Kabupaten Bangka dan Muntok, Kamis (6/4/2017) lalu.

“Iya benar, kita kedatangan BPCB Jambi pasca mencuatnya masalah ini. Mereka sebanyak 3 orang diminta langsung melakukan pengecekan dan mencari data selengkap-lengkapnya ke Babel. Salah satunya yang menjadi fokus adalah aktifitas pembersihan alur pelayaran dengan kegiatan salvage, pengangkatan kapal karam. Tentunya Kapal Ashigara menjadi salah satu fokus utama,” kata Syarli ketika dikonfirmasi www.kabarbabel.com, Sabtu (8/4/2017).

Menurutnya, BPCB Jambi menyikapi serius masalah ini karena pada beberapa kementerian pun telah menyoroti aktifitas pembersihan alur pelayaran dengan pengangkatan kapal karam yang belakangan dinilai menuai banyak pertanyaan. Apalagi merujuk pada beberapa tahun lalu, BPCB Jambi pernah melakukan penyelaman terkait Kapal Ashigara yang tidak jauh dari koordinat sesuai Surat Keputusan (SK) Dirjen Perhubungan Laut RI.

“Kita menyampaikan situasi yang berkembang termasuk sikap kita yang tidak menyetujui aktifitas tersebut. Mereka (BPCB Jambi) melakukan pengecekan sampai ke beberapa pihak terkait baik di Muntok maupun di Pangkalpinang (provinsi),” jelas Syarli.

EDC Babel pun telah melakukan pengecekan ke Muntok termasuk sempat bertemu dengan Bupati Bangka Barat Parhan Ali. Masalah telah disampaikan dengan harapan dapat disikapi tegas oleh pemerintah saat ini.

“Mirisnya kita dapat info kalau bangkai kapal itu ada yang telah terpotong. Kalau hal itu yang terjadi maka pupus salah satu mimpi kita untuk menjadikan spot tersebut sebagai tujuan diving dengan nilai sejarahnya, termasuk juga oleh nelayan merupakan rumpong,” sebut Syarli.

Ia berharap aktifitas pengangkatan bangkai kapal dengan dalih pembersihan alur pelayaran segera dihentikan. Selain tidak relevan dengan kondisi selama ini yang mana tak ada masalah pelayaran, juga semakin mengusik potensi wisata bawa laut, nilai sejarah dan zona tangkap nelayan yang mana bangkai kapal adalah rumpong ikan.

“Saya juga malam ini telah dihubungi Pak Sekda Babel Yan Megawandi. Terimakasih atas dukunganya, karena beliau berjanji akan menyurati Kementerian Perhubungan untuk menghentikan aktivitas pengangkatan bangkai kapal itu, termasuk menyurati Kementerian Kelautan dan Perikanan,” sebut Syarli. (vna).

About kabarbabel 2206 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.