Mantan Bupati Bangka Ikut Diperiksa Kejati Babel

Ilustrasi (net)

‎PANGKALPINANG – www.kabarbabel.com, Nama-nama baru kian bermunculan terkait kasus pengerukan Pelabuhan Jelitik, Sungailiat Kabupaten Bangka. Setelah sebelumnya Sekda Bangka Fery Insani, mantan Kabag Pertanahan Rudiansyah, Bupati Bangka Tarmizi Saat hingga Mantan Kepala Disperindagkop Safarudin diperiksa. Mantan Bupati Bangka Yusroni Yazid ikut diperiksa, Kamis (6/4/2017).‎

Yusroni diperiksa sejak pagi hingga jelang Magrib atau sekitar 9 jam di ruangan penyidikan asisten tindak pidana khusus. Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Babel, Roy Arland mengatakan, untuk menggali keterangan, Yusroni dicecar dengan 30 pertanyaan oleh penyidik. Ia juga yakin awak media telah tau apa yang diperiksa oleh penyidik.

“Sudah tahu semua lah pertanyaannya seputar apa saja, Wartawan lebih tahu itu. Saya gak usah lagi membeberkan, lagian sudah banyak jadi bahan berita,” sebut Roy kepada sejumlah wartawan.
Ia pun sempat mengatakan kalau ada nama tersangka yang telah dikantongi oleh pihak penyidik. Hanya saja belum bisa dipublikasi dan menunggu saat yang tepat. “Ini semua kan sudah penyidikan jadi 2 alat bukti itu sudah ada di penyidik. Tapi kita belum bisa langsung-langsung mempubliskan, kalau pun wartawan sudah bisa menerka dari penyidikan selama ini, ya terserah kawan-kawan lah,” sebut Roy diplomatis.

Rencananya untuk Kamis kemarin, ada‎ 2 orang bos PT Pulomas Sentosa yang dipanggil dan diperiksa sama dengan Yusroni Yazid, namun tidak datang. Yang akan dipanggil adalah‎ Suhartono (direktur) dan Sudarmaji (wakil direktur).

“Namun mereka (bos-bos PT Pulomas Sentosa) tak hadir. Jadi yang diperiksa hanya Yusroni Yazid. Soal ketidakhadiran itu nanti kita jadwal ulang,”

Yusroni usai pemeriksaan tak banyak memberikan keterangan, namun hanya membenarkan terkait izin awal pengerukan yang dikeluarkanya. “Tidak ada masalah atas izin yang saya keluarkan tahun 2011. Itu izin pengerukan,” kata Yusroni.‎

Terkait retribusi yang tak menguntungkan Pemkab Bangka Yusroni enggan komentar banyak. Menurutnya memang benar adanya penurunan retribusi tersebut. Hal itu atas permintaan PT Pulomas Sentosa. “Mereka bilang biaya yang dikeluarkan untuk pengerukan itu bukan dari APBN ataupun APBD (jadi minta diringankan),” tukasnya.‎

Saat dicecar sesungguhnya izin yang diberikan itu apakah pengerukan ataukah pertambangan, dengan enteng dia jawab pengerukan. Tetapi saat disinggung justeru aktivitas penambangan (oleh PT Pulomas), ia  menjawab, “itu bukan kewenangan saya,” kilahnya sambil masuk ke mobil. (vna).‎

About kabarbabel 2062 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.