Pengangkatan Kapal Karam dengan Dalil Pembersihan Jalur Pelayaran Dipertanyakan‎

Syarli Nopriansyah (Foto:Dok.www.kabarbabel.com).

*EDC Minta Provinsi Turun Tangan

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Rencana pembersihan jalur pelayaran di Muntok, Bangka Barat ditentang oleh ‎Emas Diving Club Bangka Belitung (EDC) Babel karena dinilai merusak aset Babel sebagai cikal bakal salah satu cagar budaya dan spot diving terbaik. Proses ini mencuat ketika Rabu (5/4/2017) EDC Babel mendapatkan informasi beserta‎ dokumen mengenai Surat Keputusan (SK) Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Dalam SK tersebut menurut Ketua Harian EDC Babel, Syarli Nopriansyah pengangkatan dan pembersihan jalur pelayaran Muntok dikeluarkan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut dengan SK Nomor : KL.303/4/15/DN-16. Tertulis di SK itu tentang Izin Kegiatan Salvage Kerangka Kapal Kepada PT. Karya Benda Raya. SK tersebut dikeluarkan berdasarkan surat permohonan PT. Karya Benda Karya Nomor 006/KBR-SPK/X/2016 tanggal 3 Oktober 2016.

Rencana pengangkatan kapal perang tenggelam bekas tentara Jepang yang akan dilakukan sebuah perusahaan diduga dikemas dengan dalih pembersihan alur pelayaran. Pada akhirnya bila dilakukan tersebut maka akan mengakibatkan rusaknya aset Babel yang bernilai sejarah dan pariwisata.

“Kita mengetahui rencana tersebut setelah mendapat data tentang keluarnya Surat Keputusan Kemenhub RI, Direktorat Kelautan Laut terkait dengan kegiatan pembersihan alur pelayaran Muntok, Bangka Barat. Di dalam surat tersebut disebutkan pengangkatan, pembersihan bangkai kapal yang tidak termanfaatkan. Yang kami sayangkan dan kami khawatirkan terkait dengan adanya salah satu spot yang selama ini menjadi pantauan dan kami jaga selama ini,” kata Syarli kepada kabarbabel.com di Sungailiat. (vna)

About kabarbabel 2399 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.