‎Petani Bangka Minati Pupuk Organik Hayati

SUNGAILIAT -‎www.kabarbabel.com, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Disperbunnak) Kabupaten Bangka, sedang gencar-gencarnya memproduksi pupuk yang mempermudah para petani menghasilkan tanaman berkualitas dan nilai hasil panennya tinggi. Rintisan pengembangan POH (Pupuk Organik Hayati) ini sudah berjalan hampir satu tahun lebih dan hasilnya cukup menggembirakan.

Kepala Disperbunnak Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman menguraikan, pengembangan  pupuk ini adalah alih teknologi dari LIPI yang dihasilkan oleh para peneliti di LIPI. Kebetulan di Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka  dapat amanah dari LIPI untuk pengembangan pupuk organik hayati.

“Karena kita ada kerja sama antara Pemkab Bangka dengan LIPI, maka kita serius dalam mengembangkan pupuk ini dan hasilnya menggembirakan,” kata Kemas Arfani Rahman ketika ditemui www.kabarbabel.com di ruang kerjanya, Jumat (24/3/2017).

‎Dijelaskan Kemas, produk pupuk  ini sebetulnya  mengembang biakan baktery, baik yang fungsinya  untuk menguraikan pupuk organik maupun pupuk kimia  yang ada di dalam tanah. Sehingga, dapat secara optimal dimanfaatkan oleh tanaman sebagai pupuk.

“Kalau selama ini kita tahu penggunaan pupuk organik atau kimia masih belum optimal diserap oleh tanaman. Tentunya dengan  kita berikan  POH agar hasilnya optimal. Untuk uji coba POH ini, kita coba di lahan pekarangan kantor yang notabene adalah lahan pasir bekas timbunan untuk bangunan dan ini kita aplikasikan dengan pasir,” terangnya.

Lebih lanjut ia uraikan, karena tidak ada unsur hara maka dengan menambahkan pupuk organik hayati  hasilnya bagus.

”‎Kemaren kita sudah nanam kacang tanah, sayuran, kacang panjang, kangkung, buncis, jagung. Awal tahun ini kita terapkan dengan cabe dan diluar dugaan hasilnya bagus,”ujarnya.

‎Ditambahkan Kemas,  POH sudah dimasyarakatkan  dengan pengenalan kepada para  petani  dan beberapa kali diundang para petani GAPOKTAN untuk membuktikan hasilnya. Gerakan pengunaan POH mendapat sambutan  cukup tinggi, terbukti POH cepat diambil petani dengan harga sangat murah sekali.

“Ibaratnya hanya untuk mengganti produksi anggaran yang kita keluarkan. Satu botol kecil seukuran botol aqua sedang seharga Rp 5 ribu serta  Rp10 ribu. Itu tergantung dari kemampuan para pertani. Satu botol aqua kecil bisa untuk satu tangki kecil dicampur dengan air, tapi air yang ada di tanah, atau air sungai,” katanya.‎

‎Kemas juga mengatakan bahwa untuk pembuatan POH, sudah banyak  anak-anak magang dari SMK, Kelapa, Petaling kemudian mahasiswa UBB serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta. Mahasiswa dan pelajar diajarkan cara pembuatan pupuk organik hayati sampai cara melaksanakan penanaman serta pemupukan hingga penanggulangan hama penyakit.

“Semoga pembuatan POH ini berguna bagi semua petani untuk meningkatkan hasil panen,” pungkasnya.(eru)‎

About kabarbabel 2242 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.