Di Babar, Nelayan Kecelakaan Disantuni Bupati

MUNTOK – www.kabarbabel.com, Bupati Bangka Barat, H. Parhan Ali menyerahkan santunan kepada nelayan yang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, di ruang kerja Bupati, Rabu (22/3/2017) didampingi oleh Sekretaris Daerah, H. Yunan Helmi, asisten Perekonomian dan Pembangunan, H. Rozali, Asisten Administrasi dan Umum, H.Ahmad Syaifuddin dan Plt Dinas Kelautan dan Perikanan, Sukraedi.

Santunan yang diberikan ini dalam rangka pemberdayaan nelayan skala kecil dan peningkatan perlindungan terhadap nelayan melalui bantuan asuransi nelayan dari kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kami turut berduka, mudah-mudahan santunan ini bisa membantu kehidupan nelayan beserta keluarganya” kata parhan sambil menyerahkan bantuan berupa buku tabungan.

Santunan senilai Rp160 juta diberikan kepada Majena, Istri dari Salim (Alm), nelayan dari Kampung Tanjung Muntok yang meninggal dunia dan tabungan 12 juta rupiah diberikan kepada Sumarto, nelayan dari tempilang yang mengalami kecelakaan akibat aktifitas penangkapan ikan.

Menurut Plt Dinas Kelautan dan perikanan Bangka barat, Sukraedi, pemberian santunan dari program asuransi dari kementerian ini adalah yang pertama kalinya. Untuk itu dia berharap semua nelayan dibangka barat ini nantinya akan menjadi peserta asuransi dari kementerian tersebut, mengingat sekarang baru setengahnya saja.

“Sekitar 1500 dari 3800 nelayan Bangka Barat sudah di daftarkan sebagai peserta asuransi Jasindo dari kementerian. Selama ini kita masih belum yakin, namun semua itu sudah kita buktikan, bahwa nelayan yang meninggal dan terkena kecelakaan akan mendapatkan santunan,“ ujar sukraedi.

Sementara itu Majena dan Sumarto merasa terharu dengan bantuan yang diberikan Bupati Parhan tersebut. “Terima kasih, alhamdulillah perhatian pemerintah pada masyarakat kecil baik. saya merasa terbantu sejak meninggalnya suami saya” ungkap majena dengan mata berkaca-kaca. (Bag. Komunikasi, Humas dan Protokol).

About kabarbabel 2258 Articles
Portal Berita Bangka Belitung Masa Kini

3 Komentar

  1. Yang memberikan santunan ya asuransinya dong, melalui premi yg dibayarkan negara melalui kementerian. Bupati sekedar menyerahkan saja, karena penerima santunan tsb di daerahnya. Bukan bupati yg menyantuni dr kantong ptibadinya

  2. Yang memberikan santunan ya asuransinya dong, melalui premi yg dibayarkan negara melalui kementerian. Bupati sekedar menyerahkan saja, karena penerima santunan tsb di daerahnya. Bukan bupati yg menyantuni dr kantong ptibadinya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.