Beranda Bangka Bunyinya Seperti Guntur Besar, Mirza dan Keluarganya Trauma Rumah Tertimpa Tower

Bunyinya Seperti Guntur Besar, Mirza dan Keluarganya Trauma Rumah Tertimpa Tower

87
BAGIKAN
Rumah tertimpa tower.

SUNGAILIAT, KABARBABEL.COM – Tower milik PT Daya Telekomunikasi roboh dan menimpa kediaman Mirza (35), warga Nangnung Tengah, Sungailiat, Senin (15/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya tower tersebut, namun pemilik rumah berserta anak dan istrinya mengalami trauma. Istri Mirza juga mengalami luka dalam kejadian tersebut.

“Trauma bener kami sekeluarga atas kejadian ni. Setelah itu tower roboh menimpa rumah kami dan bunyinya seperti guntur besar,” kata Mirza kepada wartawan, Senin (15/7/2019).

Sang istri mengalami luka lecet dan memar akibat tertimpa bangunan yang runtuh akibat tertimpa tower. Saat kejadian, istri Mirza baru keluar dari kamar mandi dan berniat tidur kembali di kamar.

Mirza meminta kepada pihak perusahaan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Kerugian akibat rubuhnya tower tersebut , lanjut Mirza, mencapai Rp 300 juta.

“Kerugian yang saya taksir sekitar 300 juta. Boleh lihat sendiri hampir seluruh bagian rumah ambruk ditambah peralatan elektronik,” jelas Mirza.

Tim supervisi dari PT Daya Telekomunikasi melakukan kroscek ke lapangan usai peristiwa robohnya tower. Namun saat sejumlah wartawan melakukan upaya konfirmasi, tim yang dimaksud mengatakan pihaknya tidak memiliki kompeten untuk berkomentar..

Setelah kejadian itu juga, terlihat dua anggota kepolisian dari Polsek Sungailiat memasang garis Police Line di sekitaran lokasi.

Mirza minta kepada Pemkab Bangka untuk mencabut perizinan tower milik PT Daya Telekomunikasi berdiri tepat di samping kediamannya. Menurutnya tower setinggi 30 meter lebih ini telah mengancam kehidupan keluarganya.

Selain itu, lanjut Mirza, dampak radiasi yang ditimbulkan dari aktivitas tower itu juga membahayakan ia dan keluarganya.

“Kita minta jangan dibangun lagi tower disini karena disini padat pemukiman penduduk dan kepada pemerintah cabut lah izinnya itu,” ujar Mirza.

Menurut Mirza, sebelum tower tersebut berdiri, banyak masyarakat setempat yang menolak. Namun lantaran sering berdebat dengan sejumlah warga termasuk pemilik lahan yang setuju tower itu berdiri, ia terpaksa mengalah demi kebaikan bersama.

“Inilah yang saya takutkan dari dulu dan ketakutan itu terjadi sekarang. Rumah saya roboh ditimpa tower ini,” lanjut Mirza. (srf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here