Beranda Belitung Timur Penilai UNESCO Global Geopark dari Jerman Serasa di Surga Saat Berada di...

Penilai UNESCO Global Geopark dari Jerman Serasa di Surga Saat Berada di Belitung

66
BAGIKAN
Dua assessor UGG menanam pohon di Tebat Rusau Simpang Renggiang. IST

MANGGAR, KABARBABEL.COM – Dua assessor atau tim penilai UNESCO Global Geopark (UGG) memiliki kesan mendalam saat melakukan kunjungan ke Pulau Belitung selama tiga hari.

Dikutip kabarbabel.com dari pers rilis Diskominfo Beltim, kedatangan kedua assessor, yakni Andreas Schueller dan Jean Simon Pages untuk menilai dan mencatat kesiapan Geopark Nasional Belitong menjadi Geopark Dunia.

Kedatangan ini sekaligus merupakan pengalaman pertama bagi keduanya, mengingat sebelumnya belum pernah menginjakkan kakinya ke Indonesia, apalagi ke Belitung.

Tak hanya keunikan, keindahan alamnya dan budaya yang dimiliki Belitung, namun juga dengan antuasiasme, keramahan masyarakat serta masakan khas yang disajikan.

“Saya sangat suka ikan, jadi rasanya seperti di surga bagi saya saat datang ke sini. Sambutan yang hangat dan masyarakat yang ramah. Panorama yang indah, cuaca yang baik dan pulau kalian punya banyak kesempatan untuk pengembangan pariwisata,” puji Andreas saat memberikan sambutan di Rumah Makan Vega Manggar dalam bahasa Inggris, Kamis (27/6/19).

Namun lebih dari itu, kesan paling mendalam yang dirasakan pria asal Jerman ini adalah melihat semangat yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat Pulau Belitung untuk memperoleh status UGG.

Hal itu dirasakannya dari dukungan dan sambutan yang diterimanya saat mengunjungi seluruh geosite yang ada.

“Hal yang paling saya sering saya lihat adalah banyak masyarakat yang benar-benar punya komitmen yang kuat untuk geopark. Senang rasanya melihat antusias mereka,” tutur Andreas.

Meski begitu, Jean Simon menekankan bahwa mereka bukanlah penentu utama apakah Geopark Pulau Belitung memastikan jadi UGG, mengingat mereka hanyalah bagian dari tim.

Tapi semua pengalaman yang mereka lihat dan rasakan akan mereka catat dan laporkan untuk dibawa ke rapat di UNESCO.

“Kita tidak bisa memutuskan semuanya sekarang karena ini bukanlah hanya akhir misi kami. Tapi yang bisa saya katakan Pulau Belitung adalah pengenalan yang sangat menyenangkan (berkesan) bagi Indonesia,” tambah Jean. (*/als)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here