Beranda Bangka Begini Kondisi Kapal Nelayan Yang Tersambar Petir

Begini Kondisi Kapal Nelayan Yang Tersambar Petir

20
BAGIKAN
Ketua HNSI Bangka, Ridwan meninjau kapal yang tersambar petir, Kamis (10/1/2019). (Foto: Hendry/kabarbabel.com)

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Kondisi kapal yang tersambar petir pada saat berlayar di wilayah perairan Pantai Tuing, Riau Silip, pada pukul 07.00 WIB pagi tadi terlihat masih layak pakai. Para nelayan berhasil membawa kapal tersebut kembali berlabuh di Pelabuhan Jelitik, Sungailiat, Kamis (10/1/2019).

Dalam pantauan kabarbabel.com, kapal yang berkapasitas 5 Gross Tonnage (GT) ini membawa 7 nelayan yang berasal dari Kampung Nelayan II Sungailiat. Akibat dari sambaran petir tersebut, seluruh perangkat elektronik kapal rusak parah.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan mengatakan, kapal yang berjenis Perahu Bondet ini tidak terdapat masalah yang serius. Akan tetapi, seluruh alat panel listrik hancur semuanya, serta diperkirakan kerugian mencapai Rp. 30 juta.

“Tentunya alat orari, yaitu tiang – tiang orari, kabel, perangkat radio komunikasi, serta alat navigasinya rusak parah. Kemudian kaca – kaca sekeliling kapal juga semuanya pecah. Hanya mesin yang masih berfungsi,” ucapnya.

Ia katakan, peristiwa ini belum dipastikan pemicu awal sambaran petir mengarah ke kapal. Walaupun petir awalnya menyambar sebuah tiang panel komunikasi yang terletak di atas kabin yang bagi nelayan ini adalah peristiwa alam tak terduga dan kapan pun bisa terjadi.

“Kita lihat disini tidak ada tanda – tanda kesalahan pemicu petir itu menyambar kapal. Ini tentunya peristiwa alam yang kita sebagai manusia tidak dapat menduganya,” imbuh Ridwan.

Saat di lokasi kapal tersebut, terdapat sebuah sarung dan baju yang sudah robek dan hancur, milik Rusman sang kapten kapal. Melihat kondisi pakaian tersebut sudah dipastikan Rusman mengalami luka yang cukup parah.

“Kita bayangkan saja, baju dan sarungnya koyak seperti ini, dan sambaran petir itu seperti kita tersengat listrik kira – kira seribu volt. Itu yang membuat gendang telinga Rusman pecah hingga keluar darah di kedua telinga, dan luka bakar yang serius di sekitar badannya,” kata Ridwan.

Ridwan memaparkan, saat ini di perairan Pulau Bangka, sedang dilanda cuaca ekstrim, yang menandakan tahap waspada bagi para nelayan. Ketinggian gelombang juga diperkirakan mencapai 3 meter.

Ia mengimbau bagi para nelayan agar saat cuaca seperti ini menghentikan sementara aktivitas melaut. Jika kondisi memaksakan, sebaiknya jangan menggunakan kapal – kapal yang berkapasitas di bawah 5 GT.

“Kapal besar silahkan saja melaut, tapi kalau kapal – kapal kecil untuk diistirahatkan saja dulu,” tukasnya.

Kejadian musibah yang dialami oleh Rusman oleh pihak HNSI sedang mengupayakan bantuannya. Baik itu biaya memperbaiki kapal, maupun biaya rumah sakit.

“Kami akan berupaya memberikan bantuan apapun bentuknya. Tentunya untuk meringankan beban pihak korban,” tutup Ridwan. (m4).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here