Beranda Belitung Pasutri Tewas Bersimbah Darah di Pondok Kebun, Polisi Duga Korban Tewas Dibunuh

Pasutri Tewas Bersimbah Darah di Pondok Kebun, Polisi Duga Korban Tewas Dibunuh

77
BAGIKAN
Sepasang suami istri korban pembunuhan dievakuasi. (Foto : IST).

TANJUNGPANDAN, KABARBABEL.COM – Pasangan suami istri ditemukan tak bernyawa dengan bersimbah darah, Minggu (6/1/2019) di sebuah pondok kebun di Desa Bantan, Membalong. Korban kali pertama ditemukan oleh anaknya, Ilpi Yanto (29).

Korban adalah adalah Animan (65) dan Misnawati (55) warga Jalan Pemuda, Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung. Kedua korban diduga dibunuh sebelum ditemukan anak bungsunya.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, pihak kepolisian mendapat informasi peristiwa tersebut dari masyarakat yang melapor ke Polsek Membalong. Ia juga mengakui adanya indikasi pembunuhan yang menghilangkan dua nyawa korban.

“Informasi awal dari masyarakat yang melaporkan kejadian itu ke Polsek Membalong. Berdasarkan laporan ada indikasi pembunuhan dan jajaran Polsek Membalong dibantu ‎Satreskrim Polres Belitung langsung menuju lokasi,” kata Yudhis Wibisana kepada wartawan, Senin (7/1/2019).

Pihak kepolisian menyimpulkan pasangan suami istri itu merupakan korban pembunuhan usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mendapati luka-luka pada tubuh kedua korban, selain itu sepeda motor Yamaha Force One yang biasa dipakai korban dan handphone miliknya juga tak ditemukan di lokasi.

Beberapa luka yang diderita korban diduga sebagai penyebab korban kehilangan nyawanya. Jenazah kedua korban lalu dievakuasi ke RSUD dr H Marsidi Judono untuk divisum.

“Kami dapat menyimpulkan bahwa korban ini merupakan korban pembunuhan. Kami masih terus melakukan pemeriksaan dari saksi-saksi termasuk anak bungsu korban yang menemukan pertama kali,” jelas Yudhis Wibisana.

Lebih lanjut Yudhis Wibisana menjelaskan, Animan mengalami luka di leher, telinga kiri, kepala bagian belakang dan luka robek di perut. Sedangkan istrinya mengalami luka robek di bagian leher, punggung dan perut.

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Yudhis Wibisana, korban sempat terlihat warga sekitar sebelum kejadian. Menurutnya, warga Desa Bantan, Kecamatan Membalong sempat melihat korban Animan (65) pergi melaksanakan salat Jumat di salah satu masjid di sekitar.

“Kami telah memanggil saksi-saksi yang mengetahui baik anak korban maupun warga setempat sekitaran kebunnya. Terakhir ‎korban A ini terlihat pada Jumat masih salat di kampung tersebut,” ujar Yudhis.

Korban biasanya pergi untuk berkebun dan pulang ke rumahnya Jalan Pemuda Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan pada hari Sabtu. Lantaran di hari Sabtu korban tidak pulang, maka timbul kecurigaan dari keluarga.

Akhirnya anak bungsu korban, Ilpi Yanto menyusul untuk melihat kondisi orang tuanya. Namun nahas, sesampainya di kebun ia mendapati kedua orang tuanya sudah tewas bersimbah darah.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan terkait keseharian korban ini dari keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti yang lain,” tandas Yudhis. (als)

Caption: Sepasang suami istri korban pembunuhan dievakuasi. IST

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here