Beranda Bangka Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat Pada Tahun 2018

Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat Pada Tahun 2018

56
BAGIKAN
Kapolres Bangka, AKBP M Budi Aryanto bersama Wakapolres, Kabag Ops, serta jajaran kepolisian Polres Bangka saat konferensi pers dengan wartawan, Senin (31/12/2018)(Foto: Hendry/kabarbabel.com)

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Pelanggaran lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Bangka pada tahun 2018 meningkat dari tahun sebelumnya. Pasalnya, banyak pengemudi yang masih melanggar etika dalam berkendara.

Kapolres Bangka, AKBP M Budi Aryanto mengatakan, pada tahun 2017 jumlah penindakan kasus saat Operasi Terpusat Unit Keselamatan Lalu Lintas sebanyak 189 kasus, serta pada tahun 2018 penindakan dilakukan sebanyak 247 kasus.

“Jadi dalam hal ini, pada tahun 2018 kita mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” ujar Budi saat konferensi pers di Mapolres Bangka, Senin (31/12/2018).

Ia memaparkan,sebelum pihaknya melakukan penindakan dan tilang, aparat kepolisian Polres Bangka melalui bidang Satlantas melakukan teguran terlebih dahulu kepada para pengemudi.

“Agar para pengemudi selalu mementingkan keselamatan, kami akan berupaya melakukan teguran terlebih dahulu, sebelum melakukan proses penindakan dan penilangan,” imbuhnya.

Dikatakannya, dalam hasil kalkukasi teguran yang paling banyak. Sebanyak 243 orang yang telah dilakukan teguran pada tahun 2018 ini.

Sementara, untuk Operasi Terpusat Patuh Menumbing pada tahun 2017, pihak Polres Bangka berhasil melakukan penindakan sebanyak 424 kasus. Sedangkan pada tahun 2018 penindakan meningkat sangat drastis menjadi 1359 kasus.

Melalui penindakan tersebut, pihak Polres Bangka lakukan penilangan dan terdapat 400 kasus pada tahun 2017 serta 1339 kasus pada tahun 2018.

“Jadi, dari hasil yang kita paparkan, masih banyak masyarakat yang tidak memenuhi etika tata cara berkendara dengan baik demi keselamatan pribadinya sendiri,” ucapnya.

Sementara, Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S Sophian mengatakan, Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) pada tahun 2018 ini terjadi sebanyak 61 kasus, dan untuk jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 49 orang dengan kerugian material sebesar Rp. 242 juta.

“Pada dasarnya karena faktor kelalaian, dan ketidakdisiplinan dari pengemudi itu sendiri pada saat berkendara. Namun, ada 3 faktor penyebab utamanya yaitu, faktor diri sendiri, faktor kendaraan, dan faktor situasi serta kondisi jalan tersebut,” pungkasnya.

Ia juga memaparkan, Laka Lantas pada tahun 2017 terdapat 62 kejadian Laka Lantas sedangkan pada tahun 2018 terdapat 61 kejadian. Namun dari faktor kendaraan yang mengakibatkan orang meninggal dunia mengalami peningkatan, sebanyak 40 orang meninggal dunia pada tahun 2017 sedangkan tahun 2018 ada 49 orang.

“Jadi, selisihnya ada 9 orang dari perbandingan tahun 2017 dan 2018,” tutupnya. (m4).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here