Beranda Belitung Soal Kerusakan Pipa SPAM, Ketua DPRD Minta Kepala Satker Minta Pertanggungjawaban Kontraktor...

Soal Kerusakan Pipa SPAM, Ketua DPRD Minta Kepala Satker Minta Pertanggungjawaban Kontraktor Perusak

43
BAGIKAN
Kondisi pipa SPAM yang rusak. (Foto: Aldhi/kabarbabel.com).

TANJUNGPANDAN, KABARBABEL.COM – Masyarakat Desa Air Seruk dan Air Selumar belum bisa mendapatkan air bersih dari Saluran Pengairan Air Minum (SPAM) dalam waktu dekat ini. Meski sudah perbaikan sudah dianggarkan dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Kabupaten Belitung 2018, namun dana yang dianggarkan kurang mencukupi.

SPAM yang mengaliri dua desa di Kecamatan Sijuk itu rusak diduga karena dampak pelebaran Jalan Sijuk yang merupakan jalan provinsi. Pipa yang berada di sisi jalan rusak akibat aktivitas pelebaran jalan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Belitung menganggarkan perbaikan pipa tersebut dalam ABT sebesar Rp 200 juta. Padahal untuk perbaikan total pipa SPAM yang rusak membutuhkan dana lebih besar dari itu, sehingga meski diperbaiki melalui ABT, namun perbaikan itu belum bisa menyelesaikan kerusakan.

“Kita anggarkan di 2019 sambil menyambung pipanasi yang baru kita anggarkan Rp 200 juta. Walaupun nanti pada dasarnya air itu tidak keluar karena ditutup oleh mereka, tapi kan tidak mengalir. Nah itu kita anggarkan di anggaran perubahan sebanyak Rp 200 juta,” kata Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Taufik Rizani kepada kabarbabel.com, Kamis (28/12/2018).

Menurut Taufik Rizani, pembangunan SPAM tersebut dilakukan pada tahun 2015 lalu. Ia meminta satker untuk meminta pertanggungjawaban kontraktor. Yakni kontraktor yang menjadi sumber kerusakan pipa SPAM tersebut.

“Nah tetapi nanti kita minta, itu kan zamannya Pak Nopiar, pembangunan SPAM itu termasuk dan kemudian kepala UPT PU-nya saat ini masih Pak Nopiar. Seharusnya beliau tahu, minta istilahnya pertanggungjawaban ke kontraktor sumber pengrusakan, itu sebenarnya,” jelas Taufik.

Taufik menyebutkan pihaknya sudah memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait permasalahan ini. Selain itu komisi di DPRD yang menaungi itu juga dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Sudah tadi kita panggil resmi Kadis PU kabupaten. Nah jadi begini, diawal Januari saya sudah minta kepada komisi dua untuk menindaklanjuti masalah yang berkaitan itu kepada pemerintah provinsi,” tambahnya.

Taufik menambahkan, Dinas PU Belitung sudah menyurati Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. Pasalnya yang diduga sumber kerusakan SPAM yakni proyek pelebaran badan jalan sebesar Rp 79 milyar itu yang merupakan proyek provinsi. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan sama sekali.

“Berkaitan dengan pengrusakan SPAM yang ada di Air Seruk dan Air Selumar akibat dari pelebaran badan jalan yaitu proyek dari pada DAK Rp 79 milyar, itukan provinsi. Sebenarnya kita sudah mengirimkan surat kepada gubernur sebanyak dua kali supaya ada tindak lanjut dari pengrusakan pipanisasi di dua desa itu tetapi sampai saat ini tidak ada jawaban,” tanda Taufik.(als).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here