Beranda Babel Kajari Bangka Ingin Korupsi Dicegah Bukan Ditindak

Kajari Bangka Ingin Korupsi Dicegah Bukan Ditindak

117
BAGIKAN

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bangka, Jeffri Huwae, ingin agar korupsi di wilayah Bangka ini dicegah terlebih dahulu sebelum ditindak ke ranah hukum. Karena ia yakini dengan melakukan pencegahan serta menimalisir tindak pidana korupsi maka indeks dari korupsi tersebut akan menurun.

Jeffri, saat diwawancarai kabarbabel.com di ruang kerjanya, Kamis (6/12/2018) mengatakan, saat ini Kejari Bangka berupaya menanggulangi permasalahan korupsi dalam suatu proyek pemerintahan. Maka dari itu, Kejari Bangka melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), ingin melakukan pendampingan agar proyek seperti itu terus dipantau.

Ia menyebutkan, jika setiap masalahnya ada pada keterlambatan perusahaan seperti ketidakmampuan dalam mengerjakan proyek pemerintahan dengan baik, maka akan dievaluasi. Selanjutnya jika masih melakukan keterlambatan, maka akan dilakukan penindakan dengan cara black list.

“Kami akan melakukan evaluasi dengan memberi arahan jika ada menemukan proyek seperti itu supaya segera diselesaikan dan dipantau secara item per item. Tetapi jika masih saja begitu, terpaksa kami lakukan black list,” tukasnya.

Dalam kesempatan ini, ia berpesan agar kasus perkara korupsi bukan dengan cara penangkapan penjahat sebanyak – banyaknya. Tetapi bisa diselesaikan dengan pencegahan.

“Kita jangan bangga menangkap penjahat besar dengan cara melakukan teknik tertentu untuk menangkapnya. Tetapi kita harus bangga jika kita bisa merubah penjahat tersebut menjadi baik,” tegasnya.

Sejauh ini Kejari Bangka sudah melakukan penindakan sebanyak 7 perkara penuntutan dengan 11 orang tersangka. Serta sudah melakukan pengembalian uang negara sebanyak 80% dari hasil perkara tersebut. Ia sampaikan, pada penghujung tahun 2018 nanti Kejari Bangka akan kembali melakukan evaluasi dari hasil perkara yang telah dilakukan.

“Kami akan melakukan evaluasi tentang hal – hal apa saja yang sudah kami lakukan pada tahun ini dan berpikir apa yang harus kami lakukan tahun depan. Tetapi kedepannya, kami tentu akan melakukan pencegahan. Itu yang utama,” ucapnya.

Perlu diketahui, Kejari Bangka baru saja menggelar pertemuan bersama Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bangka dalam peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di halaman kantornya.

Ia menyebutkan, akan melakukan pendampingan lewat TP4D agar Kepala Desa (Kades) terhindar dari korupsi terkait dengan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD).

“Kita ingin agar perencanaan tidak hanya berbelanja dengan baik, tetapi tata kelola dana desa itu kita upayakan supaya bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (m4).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here