Beranda Feature Mengenal Sosok Choky Suhendra, Penyandang Disabilitas Berbakat Seni dan Berprestasi

Mengenal Sosok Choky Suhendra, Penyandang Disabilitas Berbakat Seni dan Berprestasi

46
BAGIKAN

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Choky yang bernama lengkap Choky Suhendra merupakan seorang penyandang disabilitas tunanetra. Walaupun memiliki keterbatasan fisik, ia mampu menunjukan prestasinya pada bidang seni musik.

Lahir di Kota Pangkalpinang pada 11 November 1988, Choky pernah menyabet beberapa penghargaan yang seperti Juara 2 tingkat Jawa Barat dalam Lomba Kreasi Disabilitas Seni, Juara 4 Lomba Menyanyi Lagu Dangdut se-Jawa, Lampung, dan Sumatra, serta Juara 3 Bernyanyi dalam peringatan Disabilitas Dunia se-Jawa Barat.

Dirinya bisa seperti sekarang ini berkat dukungan dari Pemerintah Bangka Belitung melalui Dinas Sosial dalam bentuk sekolah serta pelatihan keterampilan berupa seni musik.

“Saya dulu pernah diberi kesempatan peluang dalam menempuh pendidikan sehingga bisa membuat saya bisa seperti sekarang ini,” ungkap Choky, saat diwawancarai www.kabarbabel.com dalam sebuah acara Sosialisasi Kampanye Penyandang Disabilitas di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospemdes) Kabupaten Bangka, Senin (3/11/2018).

Ia juga sekarang bekerja di sebuah lembaga pada Kementerian Sosial bernama Tan Miyat sebagai balai rehabilitasi penyandang disabilitas sensorik netra di Bekasi, Jawa Barat. Sekaligus sebagai pegawai honorer pembimbing vokal.

Choky yang masih aktif studi sebagai mahasiswa Fakultas Sastra di Universitas Pamulang, Tangerang ini awal mula mengidap sebagai tunanetra disebabkan penyakit Malaria Tropika saat usianya masih menginjak 21 tahun. Walaupun dengan keterbatasan fisik ini, ia tidak pernah berputus asa.

Choki pulang ke Bangka Belitung bukan semata – mata dirinya hanya ingin menghadiri acara sosialisasi tersebut, tetapi karena punya alasan yang kuat. Bahkan dirinya rela tidak bertemu sang Presiden Indonesia, Jokowi dan tampil pada acara puncak Hari Disabilitas Internasional di Mall Summarecon, Bekasi, Jawa Barat.

Alasan Choky ingin mewakili dari aspirasi para penyandang disabilitas yang ada di Bangka Belitung dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Bangka. Ia ingin menepis beberapa pandangan masyarakat yang beranggapan bahwa disabilitas itu tidak berdaya dalam melakukan aktivitas bekerja.

“Stigma dari masyarakat lah yang membuat mereka tidak mampu melakukan sesuatu, salah satunya dalam hal bekerja. Maka dari itu saya yang bersekolah di luar Bangka ini ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa disabilitas itu bukan orang yang hanya meminta – minta,” ungkapnya.

Menurutnya pemerintah belum 100% mensejahterakan penyandang disabilitas. Tetapi ia yakin sekarang pemerintah masih berupaya menangani permasalahan para disabilitas dengan segera dan Choky ingin lebih memperjuangkannya lagi.

Ia berharap, pemerintah serta perusahaan swasta sekarang harus mulai peduli terhadap para penyandang disabilitas. Karena disabilitas tidak hanya butuh sekolah tetapi juga ingin sebuah peluang pekerjaan. Ia tekankan, agar para disabilitas lebih diberi kesempatan untuk masa depannya.

“Jika kita pikirkan, satu orang disabilitas saja kita kasih kesempatan bekerja, mereka mampu menghidupkan satu keluarga mereka untuk kedepannya. Jika memang layak mereka untuk bekerja, maka pekerjakanlah,” tutupnya.

Choky Suhendra diketahui pernah menciptakan sebuah lagu yang berjudul “Penyandang Disabilitas”. Untuk melihatnya bisa diklik pada link: https://youtu.be/IROH3uy1DBE ). Lagu tersebut untuk mengekspresikan bahwa disabilitas itu punya potensi di negeri ini. (m4).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here