Beranda Bangka Satpol PP Bangka Sita 160 Liter Arak di Merawang

Satpol PP Bangka Sita 160 Liter Arak di Merawang

30
BAGIKAN

MERAWANG, www.kabarbabel.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, berhasil menyita arak sebanyak 160 Liter dari 8 jeriken saat penggerebekan pabrik arak di Dusun Batu Ampar, Desa Dwi Makmur, Kecamatan Merawang, Rabu (28/11/2018).

Atas hal ini, Kabid Penegak Perda Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengatakan berawal dari laporan warga setempat bahwa ada pabrik arak yang beroperasi di Dusun Batu Ampar.

“Kami menerima informasi dari Ormas setempat bahwa ada pabrik arak di situ. Makanya langsung bergegas sekitar jam 09.00 WIB pagi tadi ke sana dan ternyata benar ada pabrik arak yang tidak punya izin, makanya kita tertibkan,” ungkap Suherman.

Ia uraikan, barang bukti sudah diamankan sebanyak 8 jeriken atau sekitar 160 liter arak murni yang baru diproduksi. Di lapangan ditemukan 8 tungku besar yang diperkirakan bisa menghasilkan 30 jeriken per hari.

“Diperkirakan produksinya bisa sampai sekitar 30 jeriken atau sekitar 600 liter dalam sehari,” ujarnya.

Menurut Suherman, dari data yang berhasil diambil di lokasi, arak ini dijual ke Pangkalpinang. Pihaknya khawatir arak produksi besar seperti ini nanti dijual kepada anak – anak. Karena maraknya temuan anak – anak yang mengkonsumsi miras jenis ini.

“Sering kita temukan banyak anak – anak yang nongkrong sambil minum arak. Minuman beralkolhol bergolongan B atau C itu kan mahal harganya, jadi dari arak ini hanya bermodal 10 ribu rupiah 1 kuncit (plastik) sudah bisa membuat mereka mabuk,” tukasnnya.

Ia berharap, tidak ada lagi produksi arak besar – besaran seperti ini. Pemilik pabrik yang diketahui bernama Akok warga Pangkalpinang akan diproses nantinya dan diminta datang segera ke Kantor Satpol PP.

“Pemiliknya akan kita panggil ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan serta akan kita tegur. Tadinya sudah kita komunikasikan via telepon, tapi nanti katanya mereka akan datang,” tutupnya. (m4).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here