Beranda Fokus Berita Direktur Teknik Lion Air Dibebastugaskan

Direktur Teknik Lion Air Dibebastugaskan

12
BAGIKAN

Jakarta, www.kabarbabel.com – Muhammad Rusli diangkat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis Lion Air. Ini pasca keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membebastugaskan Direktur Teknik Lion Air, Muhammad Asif.

Menhub membebastugaskan Direktur Teknik Lion Air setelah adanya kecelakaan pesawat yang terjadi pada Senin (29/10/2018) pagi.

Dalam keterangan resminya Lion Air Group mengatakan pihaknya patuh terhadap arahan dan keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

“Dalam hal ini (Kemenhub) sebagai regulator mengenai status merumahkan dan memberhentikan Direktur teknik Lion Air, kami akan melaksanakannya, merumahkan serta memberhentikan Muhammad Asif yang menjabat sebagai Direktur Teknik Lion Air saat ini,” tulis Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Rabu (31/10/2018).

Gantinya, pihak Lion Air mengangkat Muhammad Rusli sebagai Pelaksana Tugas Direktur Teknik Lion Air.

“Keputusan ini berlaku efektif per tanggal 31 Oktober 2018 hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah membebastugaskan Direktur Teknik Lion Air, Muhammad Asif, untuk memperlancar pemeriksaan dan investigasi penyebab jatuhnya Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta – Pangkal Pinang di perairan Tanjung Karawang Senin lalu.

Budi menjelaskan pihaknya memiliki wewenang untuk melakukan pencopotan ini dengan alasan demi kelancaran pemeriksaan dan investigasi.

“Ini mempermudah pemeriksaan. Pejabat ini konsentrasi dalam pemeriksaan, landasan hukumnya ada, ini hasil rapat saya dengan semua direktur dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (31/10/2018).

Menurut Budi, direktur teknik adalah orang yang bertanggung jawab terkait kelaikan pesawat dalam suatu perusahaan penerbangan. Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang melakukan pemeriksaan kepada Lion Air dan menginvestigasi kecelakaan tersebut.

“Sehingga untuk mempermudah dilakukan pemeriksaan maka direktur teknik dibebastugaskan agar pemeriksaan dilakukan dengan baik dan terang benderang prosedur apa yang benar dan yang salah,” ungkapnya.

Menhub berujar nantinya seluruh hasil pemeriksaan ini akan dilaporkan oleh KNKT dan mereka yang bakal menentukan proses selanjutnya. Ia juga memastikan pencopotan direktur teknik Lion Air bukan berarti pemecatan.

“Jika hasil pemeriksaan menunjukan dia tidak bersalah maka akan dikembalikan ke posisinya. Bukan pemecatan, ini pembebastugasan,” ucapnya.

Pesawat Lion Air dengan register PK-LQP jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Pesawat yang lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta itu hilang kontak setelah 13 menit mengudara. Pesawat dipastikan jatuh ke laut dengan kecepatan tinggi.

Sebelum jatuh, pilot pesawat tujuan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang itu sempat meminta RTB (return to base), yang mengindikasikan ada masalah yang tak mampu ditangani oleh pilot. Belum sempat kembali ke Bandara Soekarno Hatta, pesawat tersebut telah dinyatakan hilang dan jatuh.

188 orang yang berada di dalam pesawat masih dalam pencarian. Bangkai pesawat berupa serpihan telah ditemukan, beberapa potongan tubuh manusia telah dievakuasi dan dalam tahap identifikasi di RS Polri Kramat Jati. (*/kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here