Beranda Bangka Mandor Koperasi KPKS Miranti Plasa Ditahan, Puluhan Warga Mabet Datangi Mapolres Bangka

Mandor Koperasi KPKS Miranti Plasa Ditahan, Puluhan Warga Mabet Datangi Mapolres Bangka

12
BAGIKAN
Bangka, www.kabarbabel.com – Puluhan warga desa Mabat, Kecamatan Bakam kabupaten Bangka mendatangi Mapolres Bangka terkait diamankannya 4 orang pekerja ‎koperasi Miranti Plasma Desa Mabat atas dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) diperkebunan inti plasma Koperasi KPKS Miranti Plasma milik PT THEP, Kamis (18/10/2018) malam.
         Kedatangan puluhan masyarakat desa Mabet yang didampingi kuasa hukum masyarakat setempat, Kombes (Purn)‎ Zaidan hanya untuk meminta kepada penyidik Satreskrim Polres Bangka agar 4 orang pekerja yang dilakukan penahanan di rutan Mapolres Bangka statusnya penahanannya ditangguhkan menjadi tahanan rumah.
         Kuasa hukum mandor Koperasi KPKS Miranti, Desa Mabat, Kombes (Purn) Zaidan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan menjelaskan, kedatangannya bersama puluhan warga desa Mabat ke Mapolres Bangka terkait ditetapkannya 4 pekerja koperasi KPKS Miranti sebagai tersangka atas dugaan pencurian buah sawit.
         “Awalnya ada kasus yang dituduh sebagai pencuri buah yang dilakukan masyarakat Mabat yang tergabung dalam koperasi itu, yang 4 orang pekerja itu,” ungkap Zaidan.
         Penetapan 4 orang pekerja yang dijadikan tersangka dan dilakukan penahanan di rutan Mapolres Bangka ini berbuntut dengan pemanggilan mandor koperasi tersebut oleh penyidik‎.
         “Nah hari ini dipanggil lalu diperiksa sebagai tersangka itu mandornya, pak Bukhori dan hasil pemeriksaan anggapan penyidik bahwa itu sudah memenuhi bukti untuk ditahan. Maka oleh penyidik akan dilakukan penahanan kepada pak Bukhori ini,” lanjutnya.
         Penetapan Bukhori sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut kata Zaidan membuat kliennya keberatan lantaran aksi tersebut banyak warga yang melakukan hal serupa.
         “Jadi Bukhori ini keberatan terhadap penahanan itu, karena menurut beliau banyak yang seperti dia. Sementara, dia juga bekerja untuk koperasi masyarakat sehingga dia keberatan untuk ditahan itu‎,” tandasnya.
         Lantaran kliennya ini akan dilakukan penahanan, Zaidan mengaku sempat beberapa kali melakukan upaya negosiasi dengan penyidik agar kliennya itu tidak dilakukan penahanan.
         “Oleh karena itu, ketika masyarakat mendengar itu akan ditahan, masyarakat yang tergabung dalam koperasi itu datang kesini karena mereka juga merasa bertanggung jawab,” ungkapnya.
         Kondisi sempat memanas lantaran penangkapan 4 orang pekerja dianggap tidak sesuai prosedur.
         “Tau dak kayak mane proses a, polisi tiba tiba datang bilang OTT, sudeh tu langsung morgol. Men nek nangkep, penjarain kami semue, jangan kayak ni. Keadilan macem ape ni,” kata sejumlah warga saat berada di halaman Mapolres Bangka.
         Tak cuma itu saja, puluhan warga yang hadir menegaskan memilih bertahan di Mapolres sampai keinginan mereka dikabulkan penyidik agar tersangka Bukhori tidak ditahan.
         Upaya negosiasi yang dilakukan akhirnya ‎menuai hasil. Penyidik pun mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka Bukhori dari tahanan rutan Mapolres Bangka menjadi tahanan rumah.
         Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Rio Reza Parindra saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
         “Jadi untuk tersangka Bukhori saja permohonan penangguhan penahanann‎ya kita kabulkan dan tersangka dikenakan wajib lapor dan proses hukumnya tetap lanjut,” ujar Kasat. (*/kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here