Beranda Bangka 2.049 Pelamar Rebutan Kursi CPNS Pemkab Bangka

2.049 Pelamar Rebutan Kursi CPNS Pemkab Bangka

23
BAGIKAN

Sungailiat, www.kabarbabel.com – Sejak pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ditutup pada tanggal 15 Oktober 2018 kemarin, Dinas Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bangka mencatat sebanyak 2.049 orang pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ‎yang mendaftarkan diri sesuai dengan formasi yang ada.

Menurut Kepala Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bangka, Surtam A. Amin saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/10/2018) mengatakan, dari 2.049 pelamar yang mendaftarkan, formasi yang paling banyak diminati adalah formasi tenaga guru dengan jumlah pelamar 995 orang.

“Sementara untuk tenaga kesehatan juga banyak mencapai 661 orang ditambah tenaga teknis sebanyak 393 orang,” ulasnya.

Surtam menyayangkan, sejak pendaftaran ditutup, tercatat sebanyak 15 formasi yang masih kosong pelamar.

“Seperti lulusan terbaik guru PPKN, lulusan terbaik perawat terampil, lulusan terbaik‎ pranata lab kesehatan, penyandang disabilitas pranata labkes, dokter spesialis syaraf dan dokter spesialis mata,” lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya tidak menghendaki adanya kekosongan pelamar atas formasi yang ada.

“Ini by system bukan dari keinginan kita. Kalau memang tidak ada pelamar itu sebetulnya ada juga untuk umum, misalnya untuk perawat hanya yang disabilitas yang tidak ada, maka bisa diisi oleh pelamar yang umum tetapi diisi dengan sistem,” tukasnya.

Sementara, untuk dokter spesialis yang kosong kata Surtam tidak bisa diisi dan digantikan dengan formasi lain.

Ditambahkannya, untuk pengumuman kelulusan seleksi administrasi sendiri masih dalam proses verifikasi yang mana pada tanggal 21 Oktober 2018 nanti, pelamar yang lulus seleksi administrasi dipersilahkan mencetak kartu ujian CPNS.

Sementara, untuk yang tidak lulus seleksi administrasi penyebabnya adalah batasan usia, ijazah tidak relavan dan dokumen tidak diunggah dengan sempurna.

“Kita mendapat tiga formasi yakni formasi umum, lulusan terbaik dan disabilitas. Jadi ada tiga macam formasi. Kita dikasih beberapa formasi untuk disabilitas. Kalau untuk guru Bahasa Inggris yang disabilitas ada yang daftar, malah dari Jawa Timur,” ungkapnya.

Tapikata dia, untuk memastikan kondisi pelamar itu seorang disabilitas, semua itu harus ada pembuktiannya salah satunya menyertakan keterangan dokter yang sudah diupload.

“Selain itu, kita bersama Ketua Pansel pak Sekda melakukan video call dengan pelamar yang disabiltas ini‎. Kami memastikan orang tersebut dalam kondisi disabilitas sesuai dengan keterangan dokter jadi tidak perlu ke sini tetapi pada saat ikut tes pelamar itu harus datang ke Kabupaten Bangka,” lanjutnya.

Untuk formasi disabilitas maupun lulus terbaik yang kosong pelamar CPNS-nya maka ada kemungkinan akan diisi secara sistem CAT nilai tertinggi untuk mengisi formasi CPNS tersebut. Sedangkan persaingan pelamar CPNS untuk di Kabupaten Bangka dia menilai tidak terlalu ketat.

“Satu formasi yang paling tinggi diperebutkan sekitar 30 orang dibandingkan di Kabupaten Bangka Selatan yakni satu formasi sekitar 100 orang yang bersaing merebut formasi CPNS,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan tes CPNS yang direncanakan berlangsung pada tanggal 26 Oktober 2018, juga belum bisa dipastikan.

“Karena tesnya menggunakan dua pola yakni pola BKN dan UNBK. Tapi untuk Bangka sendiri sudah ditetapkan oleh Menpan menggunakan fasilitas Kemendiknas,” tutupnya. (*/kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here