Beranda Babel SABB Belajar Bisnis ala Rasulullah

SABB Belajar Bisnis ala Rasulullah

104
BAGIKAN

* Sekolah Alam Bangka Belitung

* Market Day dan Market Fair

Pangkalpinang, www.kabarbabel.com – Sedari TK di Sekolah Alam Bangka Belitung (SABB) sudah diajarkan tentang berbisnis. Dikenal dengan konsep Market Day dan puncaknya Market Fair, sistem ini menarik minat banyak orang terutama orang tua yang mencari pendidikan alternatif yang berkarakter. Di antara Market Day dan Market Fair ada proses Pendidikan Pemagangan untuk siswa mulai kelas 5 SD.

Magang adalah salah satu ruh yang berkelindan dengan pembelajaran di Sekolah Alam Bangka Belitung. Magang itu sederhananya adalah eksplorasi pembelajaran dengan siklus riil industri. Anak dilibatkan dalam operasional usaha secara nyata, meskipun hanya kegiatan sederhana. Misal melipat tisu, memotong buah, dan sebagainya.

Magang itu menghasilkan beberapa hal yang signifikan pada :

Ranah Reaction
Anak yang magang memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap proses belajar

Ranah Learning
Anak yang magang mengalami perubahan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan

Ranah Behavior
Anak yang magang mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh saat magang dengan percaya diri

Ranah Result
Anak yang magang secara signifikan berpengaruh pada kemampuan membangun kekompakan dan kerjasama, inisiatif dan interaksi dengan orang lain

Tujuan magang yang utama adalah adab, kemampuan interpersonal beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang, juga semangat juang dan enterpreneurship.

Dalam Islam, Rasulullah SAW memberi contoh bagaimana beliau diusia belia 9 tahun sudah magang menggembala kambing, 11/12 tahun magang dengan pamannya, sampai magang dengan saudagar kaya yang ketika dimasa depan menjadi bidadarinya, Khadijah ra.

Maka, mulai kelas 5 SD dengan rentang usia 10-12 tahun SANGAT DIANJURKAN untuk magang karena inilah yang diajarkan Qudwah kita, Rasulullah SAW.

Di periode kedua magang ini, siswa kelas 6 SD Alam Bangka Belitung ditatar dan dididik. Mereka tersebar di beberapa tempat usaha di Pangkalpinang.

Nina Fadilla selaku Kepala SD Alam Bangka Belitung berkata, “Sekolah alam memberlakukan anak magang sejak kelas 5 SD. Dimulai dari semester satu magang di sekolah, di lini lini bagian sekolah, seperti di perpustakaan sekolah, di TU, di toko sekolah, di green lab dan di waste bank. Lalu semester dua kelas 5 sampe kelas 6 magang di luar sekolah. Magang ini bertujuan untuk mempersiapkan masa dewasa anak atau disebut dengan persiapan aqil baligh. Manfaat dari magang adalah menguji ibadah, akhlaq atau prilaku anak di luar saat tidk ada ortu atau gurunya. Anak2 akan kelihatan apakah di luar sana tetap sholat duha, tetap sholat wajib gak, berprilaku santun gak dan lain sebagainnya”.

“Tujuan lainnya adalah anak menjadi tahu segala macam profesi dan dinamika usaha. Mereka pun bertemu dengan para pendiri usaha tempat mereka magang, minimal mereka dapati spirit dari pendiri atau pemimpin usaha tersebut. Lalu di magang mereka bisa berinteraksi pada dunia nyata, dunia sebenarnya dimana inilah kehidupan yang sebenernya, kalo orang suka orang akan beli, ada juga interaksi dengan pembeli dengan anekaragam karakter. Mereka mengenal peraturan di tempat usaha, mereka jadi tahu tentang kehati2an dalam segala hal. Dan semuanya mereka belajar tentang kehidupan dan untuk modal mereka kelak saat dewasa,” lanjutnya.

“Dan masya Allah, kami bersyukur banyak orang yang mau menerima mereka magang dengan segala kekurangan anak-anak dan masih dalam proses tahapan belajar. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada para kenalan kami yang mau menerima anak-anak kami menjadi tempat belajar bagi mereka. Dan masya Allah anak-anak kami sepulang magang menjadi lebih dewasa, menjadi lebih mandiri dan menjadi berbicara lebih jauh tentang masa depan,” ujar wanita inspiratif kelahiran 1987 ini.

Tempat usaha Ayam Penyet Jimbronk, Nofa Printing, Bubur Ayam Barokah, Toko Sayuti, Toko Ridho, Bakso Barokah Abi, Bakso Sony, Pundok Cabik, Pondok Ikan Bakar Djok-Djok, Happy Drink, Aby Printing, Pondok 2 Putri adalah lokasi di mana siswa kelas 6 SD Alam Bangka Belitung belajar cara berbisnis langsung ke sumbernya.

“Mereka sangat antusias dengan sistem belajar seperti ini. Bertemu dengan realita. Karena SABB sangat serius mempersiapkan peradaban,” tutup Nina. (*/kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here