Beranda Bangka KLHK dan Kejagung Limpahkan Kasus Tambang Desa Cit ke Kejari

KLHK dan Kejagung Limpahkan Kasus Tambang Desa Cit ke Kejari

10
BAGIKAN
Sungailiat, www.kabarbabel.com – Tim penyidik Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Sumsel ‎bersama tim dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan tim dari Mabes Polri melakukan tahap dua kasus penambangan illegal di desa Cit, kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka dengan tersangka HS ke Kejaksaan Negeri Bangka, Senin (8/10/2018).
         Tim penyidik Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup wilayah Sumsel, Dodi saat dikonfirmasi usai proses tahap dua berlangsung ‎mengaku kedatangan mereka ke Kejari Bangka dalam rangka melimpahkan tersangka HS berikut barang buktinya terkait kasus penambangan liar yang merambah kawasan hutan produksi desa Cit yang dilakukan tersangka pada bulan Agustus silam.
         Dikatakannya, selama penyidikan berlangsung, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi atas penambangan illegal yang dilakukan tersangka HS.
         Selain itu, pihaknya juga menetapkan 1 orang lainnya sebagai tersangka yang berstatus DPO dengan inisial A warga Kuday atas ‎dugaan penambangan illegal didalam kawasan hutan produksi desa Cit.
         “Untuk yang DPO ini kita sudah lakukan upaya pencarian dan kami imbau kepada tersangka A yang DPO ini ‎agar dapat menyerahkan diri kepada penyidik untuk dimintai keterangan guna menjalani proses lebih lanjut,” tukasnya.
         Ditambahkan Dodi, selain melimpahkan tersangka HR, pihaknya juga melimpahkan barang bukti kejahatan berupa sample timah, dokumen-dokumen serta 2 unit alat berat atau PC yang digunakan tersangka untuk ‎melakukan aktifitas penambangannya.
         “Untuk alat beratnya ada 2 unit yang kita sita, kita titipkan di Rupbasan Pangkal Pinang,” ungkapnya.
         Disinggung untuk status pengusaha asal Kuday Apin Kembang yang diduga ter‎libat dalam penambangan illegal yang digarap oleh HS waktu itu, kata Dodi status yang dimaksud baru sebagai saksi.
         Dodi mengungkapkan bahwa ada aktor intelektual yang menjadi dalang atas penambangan illegal tersebut. Hanya saja, ia enggan menyebutkan siapa nama aktor intelektual yang dmaksud.
         “Ya tidak menutup kemungkinan ada, karena tidak mungkin dia bekerja sendiri,” lanjutnya.
         Dodi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemantauan terhadap jalannya persidangan atas kasus tersebut.
         “Itu juga akan kita pantau karena dari persidangan itulah kita bisa menyimpulkan ‎apakah ada pelaku-pelaku lain dalam kasus tersebut,” tukasnya.
          Dalam hal ini, penyidik Gakkum menjerat tersangka HS dengan Undang-Undang nomor 18 tahun 2013 dengan ancaman hukuman 15 tahun perjara.
         “Jadi kalau dia melakukannya perorangan, ancamannya 10 tahun, kalau koperasi 15 tahun, tapi minimal hukumannya 3 tahun,”‎ terangnya.
         Sementara, kuasa hukum tersangka HS, Budiono ‎membenarkan jika kliennya yang sebelumnya berstatus tahanan Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Sumsel statusnya berubah menjadi tahanan Jaksa Penuntut Umum.
         “Jadi saat ini berkas sudah dinyatakan lengkap ‎dan perkara sudah ditangani pihak kejaksaan,” kata Budiono.
          Ditambahkan dia, usai proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ke JPU Kejari Bangka rampung, tersangka HS yang sebelumnya dititip di rutan Mabes Polri ‎akan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Bukit Semut Klas II B Sungailiat untuk memperlancar proses persidangan. (*/kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here