Beranda Babel KAMMI : Penolakan #2019GantiPresiden Klaim Sepihak

KAMMI : Penolakan #2019GantiPresiden Klaim Sepihak

60
BAGIKAN

PANGKALPINANG, www.kabarbabel.com – KAMMI BABEL (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Bangka Belitung) merespon perihal Aksi yang dilakukan oleh 5 orang mahasiswa yang mengklaim representasi organisasi kemahasiswaan Parindra, PMII (pergerakan mahasiswa Islam Indonesia) dan BEM IAIN SAS mendapat reaksi keras dari sesama aktivis mahasiswa.

       Mereka menolak adanya hastag #2019gantipresiden dengan mengatasnamakan mahasiswa Babel.
       Ishar Damiri, selaku Ketua Umum KAMMI Daerah Babel mengatakan seharusnya peran organisasi mahasiswa adalah mitra kritik pemerintah, bukan menjadi barisan oposisi yang nyaman menikmati kebijakan kontra-rakyat yg dikeluarkan pemerintah.
       Berkenaan dengan tagar #2019gantipresiden, kata Ishar adalah ekspresi masyarakat yang kecewa dan tidak puas dengan kinerja pemerintah.
       “KAMMI akan tetap bersama rakyat, menyuarakan setiap masukan dari rakyat agar pemerintahan Republik ini mengambil kebijakan untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan asing, pengusaha, kaum elit dan kelompoknya saja. KAMMI akan menjadi garda terdepan dalam mengontrol dan bersikap kritis atas kebijakan yang tidak pro rakyat,” ujar Ishar.
       Lain hal dengan Ketua Kajian Strategis Komsat KAMMI Depati Amir, Rizki Redha menambahkan Demokrasi memberikan kebebasan kepada bangsa ini untuk berpendapat dan memilih pilihannya. Namun, alangkah tidak eloknya yang terjadi jika demokrasi digunakan untuk mengeneralisir semua kelompok akan pilihan tertentu.
       Rizki Redha menyesalkan gerakan gegabah yang dilakukan oleh PMII, BEM IAIN SAS BABEL dan Parindra.
       “Apa yang dilakukan oleh teman-teman PMII Babel beserta BEM IAIN SAS BABEL, itu adalah kebebasan berdemokrasi sah-sah saja. Namun, yang menjadi cacat nya adalah mereka membawa nama mahasiswa Babel secara menyeluruh untuk menolak tagar #2019GantiPresiden, dengan alasan-alasan yang saya rasa tidak idealis lagi sebagai mahasiswa,” ujar Ketua Kastrat KAMMI ini.
       Rizki Redha juga menegaskan PMII, Parindra dan BEM IAIN SAS dirasa telah mencoreng nama MAHASISWA se-Bangka Belitung, sehingga mereka harus menarik ucapan dan melakukan klarifikasi mereka di media. (m3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here