Beranda Fokus Berita Satu Keluarga Keracunan Jamur Crispy

Satu Keluarga Keracunan Jamur Crispy

59
BAGIKAN
Jamur olahan yang tersisa. (ist)

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Satu anggota keluarga keracunan setelah mengkonsumsi jamur Sinoside Silaris, jamur beracun. Keluarga yang tinggal di jalan Duyung Komplek BTN No.652 ‎Kecamatan Pemali, kabupaten Bangka ini terpaksa dilarikan dan dirawat inap di RS Medika Stania (RSMS) Sungailiat.

Kabag Ops Polres Bangka,Kompol S. Sophian mengatakan, kejadian menimpa keluarga Sudirman beserta istri dan anaknya, pada Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Dimana awalnya, Sudirman bersama istri dan anaknya memetik jamur berwarna putih sebanyak 2 plastik kecil dikebun miliknya yang terletak di desa Tutut Kecamatan Pemali.

‎Jamur tersebut diolah dengan cara digoreng, lalu disantap keluarga kecil ini. Selang setengah jam kemudian, Sudirman dan keluarganya langsung muntah-muntah. Mertua laki-laki Sudirman yang mengetahui kejadian itu langsung membawa seluruh keluarga yang diduga mengalami keracunan akibat jamur.

‎”Hingga saat ini, untuk korban ada yang sudah pulang dan ada yang masih di rawat. Untuk yang sudah pulang atas nama Neysa, anak Sudirman. Sementara Sudirman masih dirawat intensif di ICU RSUD, istrinya dan mertuanya masih dirawat di RSMS Sungailiat,” ungkap Kabag Ops.

Sementara Kiki, istri Sudirman yang merupakan salah satu korban saat ditemui di RSMS Sungailiat membenarkan kejadian itu.

Diceritakannya, saat itu ia bersama suaminya ke kebun. Ketika hujan turun ia sempat berteduh di pondok kebun. Sedangkan suaminya masih tetap membersihkan rumput di sekitar kebun. Pada kesempatan itu, sang suami melihat jamur yang tumbuh disekitaran kebun miliknya dan lalu diambil oleh sang suami untuk dibawa pulang.

“Pas sampe dirumah langsung dicuci kek die, langsung di goreng pake tepung (goreng crispi) langsung kami makan. Lumayan banyak kami makan, ibu ku hanye cicip tiga potong bai,” katanya.

Sebelum jamur tersebut dimasak, ujar Kiki, mereka sempat mencari tau informasi di internet guna mengetahui apakah jamur yang dipetik itu beracun atau tidak, “Mungkin cara pengolahannya yang salah. Rasanya enak kayak ayam,” katanya.

Diakuinya, saat jamur dimakan, tiba-tiba badan mereka langsung berkeringat diiringi rasa muntah, mual disertai mencret-mencret. Sementara untuk sang suami pada waktu itu langsung pingsan.

“Suamiku yang dak kuat langsung pingsan, kalo ku agik sempet ke apotik cari obat norit untuk menetralisir racun,” katanya.‎

Saat ini kondisi Kiki sudah mulai pulih, begitu juga dengan ibunya kendati masih dirawat, untuk Nesya anak perempuannya usia delapan tahun sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Sedangkan kondisi suaminya yang parah harus cuci darah karena sudah kena ke ginjal, “Suami saya dari kemarin nggak bisa kencing,” katanya.

Terpisah, Humas RSUD Depati Bahrin Zulfikar saat dikonfirmasi membenarkan adanya pasien keracunan jamur bernama Sudirman. Menurutnya kondisi pasien masih muntah,mual dan dehidrasi akut sehingga harus mendapat penangan langsung.

“Jadi sekarang ini kondisinya masih diruang ICU. Awalnya pasien di rumah sakit Medika Stania dan kemudian dirawat ICU karena butuh alat pentilator karena ditakutkan pasien gagal nafas. Pentilator ini sebagai alat bantu pernafasan, pasien ini dilakukan penangan cuci darah untuk membantu kerja ginjal,dikhawatirkan kondisinya semakin memburuk,” ujarnya.

Lanjutnya, saat ini kondisi Sudirman tingkatnya sudah akut, rumah sakit masih berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan pasien. (kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here