Beranda Belitung Timur Pembaharuan Data Kemiskinan Dilakukan Dua Kali Setahun

Pembaharuan Data Kemiskinan Dilakukan Dua Kali Setahun

23
BAGIKAN
Sekda Beltim saat menandatangani berita acara penyerahan BDT SIKS NG dari Kementerian Sosial. (ist)

MANGGAR, www.kabarbabel.com – Jika biasanya proses pembaharuan Basis Data Terpadu (BDT) dilakukan setiap tiga tahun sekali, terhitung sejak tahun 2018 ini pembaharuan akan dilakukan setiap 6 bulan sekali. Hal ini akan membuat data jadi lebih valid dan memperkecil peluang terjadinya salah sasaran atau inclusion error dan exclusion error.

BDT tersebut dipergunakan untuk penetapan penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat dan daerah,. Bansos tersebut seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Miskin (Raskin), Beras Sejahtera (Rastra), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Penerima Iuran Bantuan BPJS, dan bantuan kemiskinan lainnya.

“Mulainya baru tahun 2018 ini, dulunya BPS yang netapkan melalui PPLS tiap tiga tahun sekali. Sekarang Dinas Sosial melalui bantuan pihak desa,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur, Wahyu Setyawan.

Mantan Kepala Bagian Humas Setda Beltim itu mengatakan verifikasi dan validasi dilakukan berdasarkan nama dan alamat yang ada di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKSNG). Prosesnya itu disahkan dalam bentuk SK Menteri Sosial yang diterbitkan pada setiap Mei dan November.

“Makanya kita sedang ngejar yang untuk Bulan Mei 2018 ini. Ketepatan data penting dalam percepatan penanganan kemiskinan di Kabupaten Beltim,” kata Wahyu.

Percepatan dalam verifikasi dan validasi data BDT merupakan kunci dari penyaluran bantuan sosial dalam program-program penanganan pengentasan kemiskinan. Jika tidak terkejar maka Kementerian Sosial akan mengesahkan data lama atau BDT di Tahun 2015, bagi penerima bansos di tahun 2018.

“Kita sangat membutuhkan peran aktif dari pemerintahan desa agar prosesnya tercapai. Selain itu TKSM, TKSK dan serta camat dapat terus memantau sejauh mana progresnya,” ujarnya.

Dalam data BPS tahun 2016 lalu, jumlah penduduk miskin Kabupaten Beltim mencapai 8.480 orang. Jumlah itu berkurang 0,34 persen dibanding tahun 2015. Salah satu faktornya disebabkan oleh ketepatan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Beltim.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here