Beranda Kriminalitas Penipuan Berkedok Tawarkan Pekerjaan di BUMN Terbongkar

Penipuan Berkedok Tawarkan Pekerjaan di BUMN Terbongkar

46
BAGIKAN
Jajaran polres Bangka Barat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penipuan tawarkan lowongan pekerjaan. (ist)

MENTOK, www.kabarbabel.com – Niat ingin menjadi anggota satuan pengamanan (Satpam) di PT TIMAH Tbk, warga Kampung Sawah Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok, Bangka Barat bernama Aldi Lesmana (21) kena tipu senilai Rp18 juta oleh Rahmat Fitrah.

Aksi penipuan ini terjadi hari Minggu (8/10/2017) lalu sekitar pukul 19.30 WIB, Rahmat mendatangi kediaman Aldi di Kampung Sawah Kelurahan Tanjung. Saat itu Rahmat menawarkan Aldi untuk menjadi Satpam di PT TIMAH Tbk melalui pihak ketiga.

Rahmat sempat menjelaskan bahwa secara resmi memang tidak ada pembukaan lowongan Satpam di PT TIMAH Tbk, namun bisa diterima melalui jalur belakang. Aldi kemudian menyambut tawaran ini.

Beberapa hari kemudian Rahmat datang kembali dan meminta uang sebesar Rp3 juta untuk keperluan mempermudah berkas. Selang satu minggu kemudian dia datang kembali dan meminta uang sebesar Rp5 juta untuk melancarkan berkas. Satu minggu kemudian Rahmat datang kembali dan meminta uang sebesar Rp5 sembari menyerahkan seragam Satpam kepada Aldi.

Tak sampai disitu, minggu depannya Rahmat kembali meminta uang sebesar Rp5 juta untuk mengurus surat penempatan kerja untuk Aldi.

Beberapa hari kemudian Rahmat datang membawa surat tugas penempatan untuk Aldi di Sungailiat. Rahmat juga meminta agar pada tanggal 3 Januari, Aldi beserta orangtuanya datang ke PT Cakra di Pangkalpinang untuk memastikan kebenaran penempatan tugas.

Namun saat datang ke PT Cakra, ternyata tidak ada sama sekali berkas atas nama Aldi Lesmana Alfianto. Merasa ditipu, pihak keluarga Aldi melaporkan kejadian ini ke Polres Bangka Barat pada tanggal 21 Maret 2018. Setelah menerima laporan dari pihak Aldi, aparat Polres Bangka Barat mencokok Rahmat.

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Febriandi Aloho seizin Kapolres Bangka Barat menjelaskan kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polres Bangka Barat. Bagi masyarakat yang merasa tertipu agar segerah melaporkan ke Polres Bangka Barat, untuk sementara baru dua orang yang melaporkan ke Polres Bangka Barat.

Rahmat diancam dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 (empat) tahun kurungan. Ternyata Rahmat telah melakukan penipuan sebanyak 24 kali dengan total kerugian sebesar Rp.180.000.000 dengan modus yang sama.(kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here