Beranda Utama Pabrik Tapioka PT BAA Masih Bau, Mayoritas Warga Kenanga Minta Segera Ditutup

Pabrik Tapioka PT BAA Masih Bau, Mayoritas Warga Kenanga Minta Segera Ditutup

569
BAGIKAN

*Warga yang Diberangkatkan ke Lampung Minta Pabrik Tetap Jalan

**Warga Merasa Diadudomba

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Persoalan bau tak sedap dari limbah pabrik PT BAA Kenanga kembali dibahas. Pihak Kelurahan Kenanga menjadi penyelenggara dengan mengundang perwakilan warga, pihak perusahaan dan pihak-pihak terkait lainnya, Jumat malam (9/3/2018) di Masjid Al Mu’minun Kenanga.

Dihadapan ratusan masyarakat Kelurahan Kenanga yang hadir, pihak pengurus masjid setempat sempat menyesalkan karena pihak kelurahan tidak mengundang mereka pada acara tersebut. Tetapi mereka hadir karena masalah ini sangat penting dan mengganggu masyarakat.

Warga Kenanga lainnya, Yuniot Man Safendi  menegaskan pabrik tersebut harus ditutup, karena telah melangggar perda kabupaten Bangka tentang kawasan Industri. Selain itu, telah terjadi pencemaran udara serta pihak perusahaan terindikasi mengadu domba masyarakat Kelurahan Kenanga dengan memberangkatkan beberapa orang masyarakat Kenanga ke Lampung untuk melihat Pabrik Tapioka di Lampung.

Begitu juga dengan Sekcam Sungailiat Al Imran  sangat menyesalkan langkah yang diambil pihak perusahan yang memberangkatkan masyarakat ke Lampung tanpa berkoordinasi dengan pihak kecamatan.  Subhan tokoh pemuda Kelurahan Kenanga mengingatkan kembali pihak perusahaan agar permasalahan ini harus ada penyelesaiannya.

“Jangan terus digantung, tanpa ada akhir. Masyarakat tidak sanggup lagi menghirup udara yang bau selama ini,” ujar Subhan.

Ketua DPD KNPI Bangka, Syarli Nopriansyah yang turut hadir dengan tegas mengatakan, bahwa Pabrik harus ditutup karena tidak mampu menghilangkan bau limbah yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Sehingga mengakibatkan lingkungan warga menjadi sangat tidak sehat.

“Bahkan ada beberapa masyarakat yang kesehatannya sudah mulai tergangggu dikarenakan bau limbah pabrik ini. Pembangunan itu untuk tujuan kesejahteraan masyarakat, jika yang terjadi malah sebaliknya, masyarakat menjadi terganggu, maka harus dihentikan, pabrik harus ditutup,” tegasnya.

Syarli mengatakan, silahkan pihak pabrik membuktikan, jika memamg yakin masih sanggup mengatasi masalah bau limbah.

“Dalam waktu 3×24 jam bau limbah harus hilang, jika tidak maka pabrik tapioka ini wajib dihentikan kegiatannya, wajib ditutup,” sebutnya.

Pernyataan ini mendapat dukungan penuh dari Ustadz Nurul selaku tokoh agama Kelurahan Kenanga. Ia juga menyatakan orang tuanya sudah 3x sesak nafas dan harus dilarikan jam 2 pagi ke rumah sakit.

“Bahkan sampe dibacakan yasin, ini akibat bau limbah ini, jadi saya juga sepakat harus ditutup jika bau nya tidak hilang dalam 3×24 jam,” tukasnya yang kemudian didukung penuh dari seluruh masyarakat yang hadir.

Dalam pertemuan itu, mayoritas masyarakat siap mengumpulkan tanda tangan untuk dukungan pabrik tapioka ini agar wajib ditutup. Namun pihak perusahaan yang hadir mengatakan perusahaan masih sangat sanggup untuk mengatasi bau limbah ini. Sama halnya dengan Zamhir salah satu warga yang berangkat ke Pabrik di Lampung mengatakan, kalau keberadaan pabrik sangat lah bagus.

“Kalau di Lampung bagus, limbah e dimanfaatkan untuk makan sapi yang dikelola oleh koperasi. Terimakasih kepada perusahaan telah memberangkatkan kita,” ujar Zamhir yang berharap pabrik tetap jalan.

H.Suhardan selamu ketua masjid menyampaikan agar harus sabar, dan menyatakan pasti akan ada hikmah dan solusinya atas pembangunan pabrik itu walau belakangan menimbulkan bau tak sedap.(kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here